40% Pengungsi Afganistan Tinggalkan Jepang Karena Dinilai Tak Memberikan Dukungan yang Baik

Sekitar 40% dari 169 pengungsi asal Afganistan di Jepang setelah kelompok Taliban berkuasa di negara mereka, kini telah meningalkan Jepang karena dinilai kurangnya dukungan dari Kementerian Luar Negeri Jepang.

Sebanyak 58 orang pengungsi kembali ke negara mereka meskipun dengan risiko situasi negara mereka saat ini dan beberapa dari mereka peri ke Amerika dan Inggris.

Pengungsi Afganistan di Jepang merupakan mereka yang bekerja di staf kedutaan besar Jepang di Kabul dan beberapa keluarga mereka.

Sejak Amerika yang memutuskan menarik pasukan mereka di Afganistan, kelompok Taliban kembali berkuasa dan berhasil menggulingkan presiden Ashraf Ghani dan mengambil alih kekuasaan.

Pemerintah Jepang pun turun tangan untuk membantu anggota staf kedutaan Jepang dan juga Badan Kerjasama  Internasional beserta keluarga mereka untuk mengungsi ke Jepang.

Sekitar Oktober hingga Desember tahun lalu, Kementerian menyiapkan mantan staf kedutaan di Kabul tersebut penginapan, makanan dan juga gaji.

Namun, dilansir dari Kyodo mereka ditekan untuk meninggalkan Jepang setelah diberi tahu bahwa kontrak kerja mereka akan berakhir pada Agustus.

Menurut pengungsi mengatakan bahwa staf kementerian mengunjungi tempat mereka dan memberi tahu bahwa akan sulit menentukan keputusan apakah pengungsi akan tetap terus tinggal di Jepang atau meninggalkan negara Jepang harus didiskusikan dengan keluarga mereka.

Para pengungsi tersebut pun baru diakui sebagai pengungsi di Jepang pada bulan Agustus lalu.

Menurut para pengungsi juga mengatakan bahwa jika mereka meninggalkan Jepang maka perjalanan mereka akan ditanggung pemerintah  dan akan mendapat kenaikan gaji sebesar 20%.

Namun menurut kedutaan membantah bahwa mereka tidak memberikan dukungan yang baik bagi pengungsi Afganistan. Pejabat Kementerian juga mengatakan bahwa pemerintah Jepang tak bisa terus-terusan membayar gaji yang tidak terlibat dalam pekerjaan kedutaan.

Source : mainichi