Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus Film Crayon Shin-chan Terbaru Bertema Dunia Yokai, Dua Member FRUITS ZIPPER Ikut Jadi Pengisi Suara

News

Pasar Mainan Jepang Cetak Rekor, Pembeli Justru dari Kalangan Orang Dewasa

badge-check


					Pasar Mainan Jepang Cetak Rekor, Pembeli Justru dari Kalangan Orang Dewasa Perbesar

Pasar mainan di Jepang terus tumbuh meski angka kelahiran menurun, berkat meningkatnya minat orang dewasa yang melihat mainan sebagai hobi terjangkau sekaligus sarana berinteraksi lewat media sosial, menurut laporan sebuah lembaga riset.

Pada tahun fiskal 2024, pasar mainan naik 7,9% dibanding tahun sebelumnya menjadi rekor baru 1,1 triliun yen (sekitar Rp113 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh perdagangan kartu koleksi (trading cards) dan merchandise karakter, yang secara keseluruhan tumbuh 36% dalam 10 tahun terakhir, menurut Asosiasi Mainan Jepang.

Mainan lain yang ikut menyumbang penjualan besar antara lain Tamagotchi versi terbaru, mainan berbentuk telur kecil dengan layar digital, serta boneka plush (stuffed animals) yang populer di kalangan orang dewasa Jepang maupun wisatawan asing.

“Gambaran bahwa mainan hanya untuk anak-anak mulai berubah. Kini, mainan juga menjadi hobi orang dewasa sekaligus sarana ekspresi diri,” kata ekonom Satsuki Kimura dari Meiji Yasuda Research Institute dalam laporannya.

Data menunjukkan belanja mainan justru meningkat pesat di rumah tangga dengan satu orang (tanpa anak), dengan rata-rata pengeluaran pada 2024 mencapai 14.498 yen, naik 3,5 kali lipat dari 2014. Angka ini bahkan melampaui pengeluaran rata-rata 12.367 yen pada rumah tangga dengan anak.

Kimura menjelaskan, produk berharga terjangkau seperti gacha (capsule toys) dan trading cards menjadi pilihan menarik di tengah meningkatnya biaya hiburan lain.

Media sosial juga berperan penting, bukan hanya sebagai wadah promosi, tapi juga ruang komunikasi antar pengguna—misalnya orang yang mengunggah foto jalan-jalan bersama boneka plush mereka.

“Tren ini mencerminkan apresiasi yang semakin besar terhadap nilai empati, pengakuan, dan koneksi sosial di samping kepemilikan barang,” ujar Kimura. “Konsumen kini menemukan nilai bukan hanya pada benda, tetapi juga pada pengalaman dan hubungan yang tercipta.”

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

23 June 2026 - 11:10 WIB

Trending on News