Menu

Dark Mode
Presiden dan Pendiri Kyoto Animation Hideaki Hatta Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun Tingkat Kelulusan Ujian Konversi SIM Asing di Jepang Anjlok Setelah Aturan Diperketat Serangan AS-Israel ke Iran Guncang Industri Pelayaran dan Penerbangan Jepang Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden Apartment Hotel Kian Menjamur di Jepang, Incar Turis Asing yang Menginap Lama Trailer Baru BEASTARS Final Season Part 2 Dirilis, Tayang 7 Maret di Netflix

Culture

Festival Nebuta: Tradisi Gemerlap yang Mengusir Roh Jahat

badge-check


					Festival Nebuta: Tradisi Gemerlap yang Mengusir Roh Jahat Perbesar

Festival Nebuta di Aomori adalah salah satu festival musim panas paling spektakuler di Jepang yang menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Festival ini dikenal dengan parade lentera raksasa berbentuk tokoh-tokoh sejarah, dewa, dan makhluk dari legenda Jepang yang menyala terang dan diarak keliling kota. Namun, di balik kemeriahan dan keindahan visualnya, festival ini menyimpan cerita dan filosofi yang kaya.

Asal Usul Festival Nebuta

Festival Nebuta memiliki akar sejarah yang panjang yang diperkirakan berasal dari praktik kuno untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan. Beberapa sumber sejarah mengaitkan festival ini dengan ritual perang zaman dahulu, di mana para petani dan prajurit mengusir musuh dengan membuat lentera besar yang menyerupai wajah atau sosok menakutkan. Lentera-lentera ini kemudian dikembangkan menjadi karya seni berwarna-warni yang raksasa.

Legenda yang Menginspirasi

Salah satu legenda yang menjadi inspirasi utama adalah kisah tentang seorang samurai bernama Sakanoue no Tamuramaro. Ia dikenal karena keberaniannya dalam menaklukkan suku Emishi di utara Jepang. Tokoh-tokoh seperti Tamuramaro sering dijadikan tema utama di lentera Nebuta untuk melambangkan keberanian dan semangat juang.

Seni dan Proses Pembuatan Lentera Nebuta

Setiap lentera Nebuta dibuat dari kerangka kawat yang kemudian dibalut dengan kertas washi dan dihias dengan warna-warna cerah menggunakan cat. Proses pembuatannya memerlukan keahlian seni tradisional Jepang serta kesabaran, karena lentera bisa mencapai ukuran besar dan sangat detail. Seniman lokal berkolaborasi selama beberapa bulan untuk menciptakan karya yang akan dipamerkan saat festival.

Makna Festival Nebuta

Festival ini tidak hanya sekadar tontonan visual, tetapi juga sarana bagi masyarakat Aomori untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen, menjaga tradisi leluhur, dan mempererat solidaritas komunitas. Musik taiko dan teriakan khas “Rassera, Rassera!” mengiringi parade lentera menjadikan suasana penuh semangat dan kegembiraan.

Festival Nebuta di Aomori adalah kombinasi indah antara seni, legenda, dan tradisi spiritual yang telah diwariskan turun-temurun. Dengan lentera raksasa penuh warna yang dihias dengan detail dan cerita yang mendalam, festival ini menjadi perayaan budaya Jepang yang unik dan memukau, sekaligus pengingat akan pentingnya keberanian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap masa lalu. Menyaksikan atau ikut serta dalam Festival Nebuta adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang ingin merasakan pesona budaya Jepang yang autentik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture