Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Rabu mengunjungi Kuil Horyuji, sebuah kuil Buddha yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO di Prefektur Nara, Jepang bagian barat. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan personal antara kedua pemimpin.
Kompleks kuil Horyuji dikenal sebagai rumah bagi bangunan kayu tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini, yang diyakini dibangun pada tahun 607. Kunjungan ke kuil tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan balasan terbaru antara kedua pemimpin negara.
Kuil Horyuji menggunakan teknik arsitektur yang diperkenalkan melalui Semenanjung Korea dan menyimpan berbagai karya seni yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Korea. Selama kunjungan, Takaichi dan Lee mendapat penjelasan mengenai Aula Utama Kondo dan Pagoda Lima Tingkat yang menjadi ikon kompleks tersebut.
Kunjungan ini dilakukan sehari setelah kedua pemimpin menggelar pertemuan di prefektur asal Takaichi. Sebagai tanda mencairnya hubungan Jepang dan Korea Selatan—yang dalam beberapa tahun terakhir sempat berada pada titik terburuk dalam beberapa dekade—keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan ekonomi serta mendorong lebih banyak kunjungan timbal balik.
Kunjungan Lee ke Jepang hingga Rabu merupakan kunjungan keduanya sejak menjabat sebagai presiden pada Juni lalu, dan yang pertama sejak Sanae Takaichi menjadi perdana menteri pada Oktober. Sebelumnya, Lee mengunjungi Tokyo pada Agustus dan bertemu dengan Perdana Menteri saat itu, Shigeru Ishiba.
Sementara itu, Takaichi dan Lee pertama kali bertemu di Korea Selatan pada Oktober lalu di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju.
Sc : KN







