Astronaut Jepang Kimiya Yui bersama tiga rekan krunya kembali ke Bumi pada Kamis, sekitar satu bulan lebih cepat dari jadwal, setelah misi mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dipersingkat akibat masalah medis yang dialami salah satu awak, menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Pesawat antariksa SpaceX yang membawa keempat astronaut mendarat di perairan lepas pantai California setelah meninggalkan ISS. Mereka telah menghabiskan sekitar lima bulan di stasiun luar angkasa tersebut untuk melakukan berbagai eksperimen ilmiah.
NASA menjelaskan bahwa salah satu astronaut melaporkan keluhan medis pada 7 Januari, sehingga seluruh aktivitas luar wahana yang dijadwalkan keesokan harinya dibatalkan. Kondisi astronaut tersebut stabil, namun membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut di Bumi.
NASA tidak mengungkap identitas astronaut tersebut demi menjaga privasi. Badan Antariksa Jepang (JAXA) memastikan kepada Kyodo News bahwa Kimiya Yui (55) tidak mengalami masalah kesehatan.
“Saya sangat bangga pada para astronaut dan seluruh tim di NASA, SpaceX, serta mitra internasional kami,” ujar Kepala NASA Jared Isaacman. “Profesionalisme dan fokus mereka menjaga misi tetap berjalan meski jadwal harus disesuaikan.”
Menurut NASA, kemungkinan misi dipersingkat karena alasan medis diperkirakan bisa terjadi setiap sekitar tiga tahun, namun ini adalah pertama kalinya dalam 25 tahun sejarah ISS kru dipulangkan lebih awal karena alasan kesehatan.
Menjelang kepulangannya, Yui menulis di media sosial bahwa pengalamannya bekerja di modul eksperimen Jepang Kibo di ISS merupakan “momen paling gemilang dalam hidup saya,” seraya menambahkan, “Mari bertemu di Bumi, planet terindah di jagat raya.”
Dalam unggahan lain setelah kembali ke Bumi, Yui mengatakan ia kembali menikmati gravitasi Bumi setelah berbulan-bulan berada di luar angkasa, sambil melambaikan tangan ke kamera dalam sebuah video. Ia juga menulis akan menjalani rehabilitasi untuk menyesuaikan diri kembali dengan kondisi di Bumi.
Keempat kru — terdiri dari dua astronaut Amerika Serikat, satu Jepang, dan satu Rusia — berangkat ke ISS dari Florida pada Agustus lalu dan awalnya dijadwalkan kembali pada pertengahan Februari atau lebih lambat.
Bagi Yui, mantan pilot Pasukan Bela Diri Udara Jepang, ini merupakan misi luar angkasa keduanya setelah misi pertama pada 2015. Selama misi terbaru ini, ia terlibat dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk eksperimen terkait keamanan kebakaran di luar angkasa.
Pada Oktober lalu, Yui juga berhasil mengoperasikan lengan robot ISS untuk menangkap wahana kargo tak berawak terbaru Jepang, HTV-X, yang membawa persediaan makanan dan peralatan eksperimen.
Sementara itu, astronaut Jepang lainnya, Makoto Suwa (49), dijadwalkan menjalani misi jangka panjang pertamanya di ISS sekitar tahun 2027. ISS sendiri direncanakan mengakhiri operasinya pada 2030.
Sc : KN







