Layanan kereta Jalur Yamanote di Tokyo sepenuhnya kembali beroperasi pada Jumat siang setelah pemadaman listrik menghentikan jalur transportasi vital tersebut sejak perjalanan pertama hari itu. Operator JR East menyatakan gangguan ini berdampak pada sekitar 673.000 orang.
Menurut JR East, pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 03.50 dini hari, yang diduga disebabkan oleh masalah pada fasilitas kelistrikan di jalur antara Stasiun Shimbashi dan Shinagawa di pusat Tokyo.
Kereta di Jalur Keihin-Tōhoku, yang sebagian rutenya berjalan paralel dengan Jalur Yamanote, awalnya masih beroperasi, namun kemudian juga dihentikan akibat pemadaman listrik serta keterlambatan yang merambat ke jalur lain di Tokyo dan sekitarnya.
Di Jalur Keihin-Tōhoku, pemadaman ini membuat sejumlah penumpang terjebak di dalam kereta di antara stasiun. Mereka kemudian diminta turun dan berjalan kaki menuju stasiun terdekat.
Dinas pemadam kebakaran Tokyo melaporkan bahwa 10 orang berusia 20 hingga 60-an mengeluhkan mual, sesak napas, dan gangguan kesehatan lainnya. Lima di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah
Yasuko Yoshida, karyawan perusahaan berusia 51 tahun asal Yokohama, mengatakan kereta Jalur Keihin-Tōhoku yang ditumpanginya berhenti di antara Stasiun Takanawa Gateway dan Tamachi. Kereta tersebut tidak bergerak selama lebih dari satu jam, dan karena pendingin udara mati, beberapa penumpang mulai melepas jaket mereka. Yoshida akhirnya berjalan di atas rel menuju Stasiun Tamachi.
“Saya membayangkan apa yang akan terjadi jika saya punya urusan mendesak,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa gangguan ini bisa berdampak pada para peserta ujian masuk universitas nasional yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
Layanan kereta di jalur tersebut akhirnya kembali normal pada awal siang hari. Sebagai langkah darurat, JR East mengoperasikan layanan tambahan Shinkansen Tōhoku antara Stasiun Tokyo dan Ōmiya di Prefektur Saitama.
JR East menjelaskan bahwa pasokan listrik ke fasilitas tersebut telah dihentikan sejak malam hari karena adanya pekerjaan infrastruktur di sekitar Stasiun Tamachi, dan perusahaan tidak berhasil memulihkannya sebelum keberangkatan kereta pertama.
Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di sebuah fasilitas kelistrikan dekat Stasiun Tamachi sekitar pukul 08.00 pagi, menurut kepolisian dan dinas pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar 90 menit kemudian. Hingga kini, hubungan antara kebakaran tersebut dan pemadaman listrik masih belum dapat dipastikan.
Menteri Transportasi Jepang, Yasushi Kaneko, mengatakan dalam konferensi pers bahwa ia telah memerintahkan JR East untuk menyelidiki penyebab insiden ini dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sc : mainichi







