Produsen toilet Jepang yang terkenal dengan produk-produk inovatif kini memperkenalkan teknologi analisis tinja pada produk mereka, sebagai upaya menarik konsumen yang semakin peduli pada kesehatan.
Toto Ltd. pada Agustus meluncurkan dua model baru dari seri toilet kelas atas Neorest. Produk ini dilengkapi modul sensor di dalam mangkuk toilet yang menggunakan perangkat dengan lampu LED untuk memindai kotoran manusia, lalu mengukur bentuk, volume, dan warnanya.
Sebagai produk pertama di Jepang yang dirancang untuk penggunaan rumah tangga dengan teknologi semacam ini, sistem tersebut mengklasifikasikan bentuk dan tingkat kekerasan tinja ke dalam tujuh kategori, sementara volume dan warna dicatat dalam tiga tingkat.
Pengguna dapat memantau kondisi tinja mereka melalui aplikasi ponsel pintar, bahkan menerima saran pola makan berdasarkan hasil analisis buang air besar, seperti rekomendasi untuk menambah konsumsi sayuran.
Seorang pejabat Toto mengatakan produk ini bertujuan untuk “mengubah kebiasaan sehari-hari di toilet menjadi pintu masuk menuju kesehatan yang lebih baik.”
Sementara itu, Panasonic Corp. mengembangkan perangkat bernama Toirepo untuk fasilitas perawatan lansia. Alat ini mencatat waktu, frekuensi, dan volume buang air penghuninya melalui sensor yang dipasang pada toilet.
Panasonic menyebutkan bahwa karena pemeriksaan manual selama ini sering terasa tidak nyaman baik bagi penghuni maupun staf, perangkat baru tersebut mendapat respons positif.
Industri toilet Jepang dikenal sebagai sektor yang terus berinovasi mengikuti perubahan kebutuhan sosial. Setelah toilet bergaya Barat menjadi arus utama, produsen mengembangkan toilet bidet yang menekankan kebersihan dan kenyamanan, lalu beralih ke desain hemat air seiring meningkatnya kesadaran lingkungan.
“Produk-produk ini lahir dari rasa ingin tahu yang luar biasa,” ujar Tsutomu Yamada, analis pasar di Mitsubishi UFJ eSmart Securities Co., seraya menambahkan bahwa industri toilet Jepang masih memiliki ruang besar untuk terus berkembang.
Sc : KN







