Tokyo Electric Power Company Holdings Inc (TEPCO) pada Senin mengumumkan penundaan tanpa batas waktu atas rencana pengoperasian kembali reaktor nuklir di barat laut Tokyo, yang seharusnya menjadi reaktor pertama perusahaan itu yang kembali beroperasi sejak bencana Fukushima 2011. Penundaan dilakukan setelah terjadi kegagalan alarm batang kendali (control rod).
Reaktor Unit 6 di kompleks nuklir Kashiwazaki-Kariwa, Prefektur Niigata, awalnya dijadwalkan mulai beroperasi kembali pada Selasa. Namun, saat uji coba pada Sabtu, alarm yang seharusnya berbunyi ketika dua atau lebih batang kendali ditarik dari inti reaktor tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
TEPCO menyatakan akan mengumumkan jadwal baru setelah melakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah insiden tersebut—yang dinilai melanggar batas operasional sesuai aturan keselamatan—seluruh batang kendali dikembalikan ke posisi masuk penuh. Penyebab masalah diketahui berasal dari pengaturan alarm yang keliru dan telah diperbaiki.
Perusahaan menambahkan bahwa dibutuhkan beberapa hari untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap 205 batang kendali di Unit 6 serta mengevaluasi reaksi fisi bahan bakar. Seluruh tujuh reaktor di kompleks Kashiwazaki-Kariwa sendiri telah berhenti beroperasi sejak Unit 6 memasuki masa inspeksi rutin pada Maret 2012.
Sc : JT







