Menu

Dark Mode
Yakoh Shinobi Ops Diumumkan! Game Ninja Co-op 4 Pemain dari Shueisha Games & Acquire Siap Meluncur 2027 Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah Leon Balik Lagi? Trailer Baru Resident Evil Requiem Isyaratkan Kembalinya Raccoon City Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

News

Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki

badge-check


					Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki Perbesar

Seorang pria ditangkap pada 21 Januari karena diduga membunuh mantan pacarnya yang sedang hamil di Mito, Prefektur Ibaraki, pada Desember 2025 setelah diduga melakukan stalking.

Takumi Ouchi, 28, dari kota Shirosato, Ibaraki, ditahan oleh Polisi Prefektur Ibaraki atas dugaan membunuh Haruka Komatsumoto, seorang nail stylist berusia 31 tahun. Ouchi, yang pernah menjalin hubungan dengan Komatsumoto, dilaporkan terus mengikuti korban meski hubungan mereka berakhir pada 2024. Ia membantah tuduhan, mengatakan, “Mereka sama sekali tidak berdasar, saya tidak tahu apa-apa tentang masalah ini.”

Polisi menduga Ouchi menyerang Komatsumoto dengan benda tumpul di kepala dan menusuk lehernya dengan benda tajam, kemungkinan pisau, antara pukul 17:20 dan 19:15 pada 31 Desember 2025, di apartemennya di Mito. Suaminya menemukan korban tergeletak dan berdarah di dekat pintu masuk ketika pulang. Korban saat itu sedang hamil.

Meskipun Komatsumoto memblokir panggilan Ouchi, ia terus mencoba menghubungi korban melalui teman-temannya. Beberapa hari sebelum kejadian, 4 Desember, Komatsumoto sempat menelepon polisi secara anonim untuk konsultasi mengenai stalking, tetapi tidak datang ke kantor sebagaimana diinformasikan pihak kepolisian.

Polisi menyatakan, “Kami tidak melihat adanya urgensi dan percaya korban akan mengunjungi kantor pada hari itu. Kami tidak menilai keputusan kami saat itu tidak wajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah

14 February 2026 - 16:10 WIB

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal

14 February 2026 - 14:10 WIB

Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

14 February 2026 - 14:04 WIB

Biaya Berobat di Jepang Bakal Naik Lagi Mulai Juni, Pasien Siap-siap Keluar Uang Lebih

14 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News