Menu

Dark Mode
Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua Anime The Fable Dipastikan Lanjut ke Season 2, Pemeran Lama Kembali Kota Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Hubungan Warga Lokal dan WNA

News

Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki

badge-check


					Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki Perbesar

Seorang pria ditangkap pada 21 Januari karena diduga membunuh mantan pacarnya yang sedang hamil di Mito, Prefektur Ibaraki, pada Desember 2025 setelah diduga melakukan stalking.

Takumi Ouchi, 28, dari kota Shirosato, Ibaraki, ditahan oleh Polisi Prefektur Ibaraki atas dugaan membunuh Haruka Komatsumoto, seorang nail stylist berusia 31 tahun. Ouchi, yang pernah menjalin hubungan dengan Komatsumoto, dilaporkan terus mengikuti korban meski hubungan mereka berakhir pada 2024. Ia membantah tuduhan, mengatakan, “Mereka sama sekali tidak berdasar, saya tidak tahu apa-apa tentang masalah ini.”

Polisi menduga Ouchi menyerang Komatsumoto dengan benda tumpul di kepala dan menusuk lehernya dengan benda tajam, kemungkinan pisau, antara pukul 17:20 dan 19:15 pada 31 Desember 2025, di apartemennya di Mito. Suaminya menemukan korban tergeletak dan berdarah di dekat pintu masuk ketika pulang. Korban saat itu sedang hamil.

Meskipun Komatsumoto memblokir panggilan Ouchi, ia terus mencoba menghubungi korban melalui teman-temannya. Beberapa hari sebelum kejadian, 4 Desember, Komatsumoto sempat menelepon polisi secara anonim untuk konsultasi mengenai stalking, tetapi tidak datang ke kantor sebagaimana diinformasikan pihak kepolisian.

Polisi menyatakan, “Kami tidak melihat adanya urgensi dan percaya korban akan mengunjungi kantor pada hari itu. Kami tidak menilai keputusan kami saat itu tidak wajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

3 April 2026 - 12:10 WIB

Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa

3 April 2026 - 10:10 WIB

Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM

3 April 2026 - 07:10 WIB

Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

2 April 2026 - 18:10 WIB

Kota Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Hubungan Warga Lokal dan WNA

2 April 2026 - 13:10 WIB

Trending on News