Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Wisatawan China Beralih Liburan ke Korea Selatan, Jepang Sebagai Destinasi Terancam Tergeser Saat Libur Imlek

badge-check


					Wisatawan China Beralih Liburan ke Korea Selatan, Jepang Sebagai Destinasi Terancam Tergeser Saat Libur Imlek Perbesar

Perkiraan pemesanan dan data penerbangan menunjukkan Korea Selatan berada di jalur untuk menyalip Jepang sebagai destinasi utama wisatawan asal China selama libur Tahun Baru Imlek mendatang. Ini akan menjadi kali pertama sejak pandemi COVID-19 Korea Selatan mengungguli Jepang dalam menarik wisatawan China.

Menurut lembaga riset pasar China Trading Desk yang fokus pada analisis perjalanan, sekitar 230.000 hingga 250.000 wisatawan dari China daratan diperkirakan akan berkunjung ke Korea Selatan selama libur Imlek sembilan hari yang berlangsung mulai 15 Februari. Angka ini melonjak hingga 52% dibandingkan libur Imlek tahun lalu yang durasinya lebih pendek satu hari.

Sebaliknya, Jepang yang belakangan menjadi favorit wisatawan China karena yen yang melemah, diperkirakan akan mengalami penurunan tajam kunjungan wisatawan dari China daratan. China Trading Desk memprediksi jumlah kedatangan bisa anjlok hingga 60% dibandingkan periode libur tahun lalu. Perubahan arah ini mencerminkan meningkatnya ketegangan diplomatik antara Beijing dan Tokyo, kebijakan pelonggaran visa yang agresif dari Korea Selatan untuk rombongan wisata China, serta kekhawatiran soal keamanan di destinasi wisata regional lain seperti Thailand.

Nilai tukar yang menguntungkan antara yuan China dan won Korea turut menambah daya tarik Korea Selatan, ditambah dengan meluasnya pengaruh budaya pop Korea secara global. Destinasi favorit wisatawan mencakup Seoul, kota terbesar kedua Busan, serta pusat wisata Pulau Jeju.

“Won yang lemah membuat Seoul, Busan, dan Jeju terasa lebih terjangkau untuk belanja dan kuliner, sementara keuntungan yen lemah di Jepang kini menjadi rumit karena faktor politik,” ujar Subramania Bhatt, CEO China Trading Desk. “Ditambah lagi dengan K-culture serta fakta bahwa perusahaan kapal pesiar dan operator tur benar-benar mengubah rute perjalanan dari Jepang ke Korea untuk musim Festival Musim Semi, maka efek substitusinya terasa sangat alami.”

Perbedaan tren ini menegaskan betapa cepatnya dinamika geopolitik dapat mengubah peta pariwisata Asia yang nilainya diperkirakan mencapai 500 miliar dolar AS. China pertama kali mengeluarkan imbauan perjalanan agar warganya berhati-hati bepergian ke Jepang pada November lalu, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melontarkan pernyataan kontroversial terkait Taiwan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News