Salah satu dari empat korban dalam upaya perampokan di area parkir Bandara Haneda, Tokyo, diketahui telah menjadi target kejahatan sebanyak tiga kali, termasuk kasus pencurian uang asing senilai sekitar 95 juta yen pada November tahun lalu. Informasi ini diungkap oleh sumber penyelidikan pada Senin.
Kepolisian Tokyo kini menyelidiki kemungkinan keterkaitan antara insiden di Haneda yang terjadi pada Jumat dini hari dengan kasus pencurian sebelumnya serta insiden perusakan mobil tahun lalu. Dua dari korban perampokan di bandara tersebut juga diduga kembali menjadi sasaran setelah mereka bepergian ke Hong Kong.
Dalam kasus Haneda, empat pria yang disebut membawa uang tunai sekitar 190 juta yen diserang oleh empat pelaku lain. Meski tidak ada uang yang berhasil dirampas, dua korban—seorang pria berusia 20-an tahun yang kini diduga sebagai kaki tangan, serta pria lain berusia 50-an tahun—tetap melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dengan membawa uang tersebut.
Salah satu korban, pria berusia 30-an tahun yang telah tiga kali menjadi target, menjelaskan kepada polisi bahwa mereka sedang mengangkut uang tunai hasil penjualan emas yang dibeli hampir setiap hari dari dealer, untuk kemudian ditukarkan di Hong Kong.
Menurut sumber penyelidikan, pada malam 20 November di Distrik Chuo, Tokyo, uang asing dalam tujuh mata uang—termasuk dolar AS dan euro—dicuri dari sebuah mobil yang kacanya dipecahkan. Mobil milik korban yang sama juga sempat dibobol di Bandara Haneda pada 26 November, namun saat itu tidak ada barang yang hilang.
Polisi menduga para pelaku memiliki informasi internal terkait pergerakan dan jumlah besar uang tunai yang dibawa korban.
Selain itu, polisi juga menyelidiki kasus lain di Ueno, Tokyo, di mana tujuh orang dirampok di jalan pada Kamis malam. Para korban mengaku membawa koper berisi sekitar 420 juta yen yang rencananya akan dibawa ke Hong Kong untuk ditukarkan ke mata uang lain.
Para ahli penukaran uang menyebutkan bahwa Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional memang menawarkan berbagai pilihan nilai tukar. Namun, membawa uang tunai dalam jumlah besar lintas negara dinilai sangat berisiko dan biasanya dilakukan melalui perusahaan keamanan khusus atau transfer bank.
Setelah insiden di Haneda, sebuah tas berisi sekitar 51 juta yen dilaporkan dirampok di depan gerai penukaran uang di Hong Kong pada Jumat. Enam orang ditangkap, dan pengadilan Hong Kong pada Senin menolak pemberian jaminan kepada empat tersangka, termasuk tiga warga negara Jepang.
Keempat tersangka—tiga pria Jepang dan satu perempuan asal China daratan—didakwa bersekongkol merampok seorang pria Jepang berusia 51 tahun. Polisi meyakini salah satu tersangka berperan sebagai orang dalam yang membocorkan informasi. Hingga Sabtu sore, polisi Hong Kong telah berhasil menemukan kembali sekitar 11 juta yen dari uang yang dicuri.
Sc : KN








