Menu

Dark Mode
Kolaborasi Detective Conan dan My Hero Academia Picu Kontroversi di China Hidup Berdekatan, Tapi Tetap Berjarak: Cara Orang Jepang Menjaga Privasi Salju Ekstrem Tewaskan 30 Orang di Jepang dalam Dua Pekan Switch 2 Dongkrak Penjualan Nintendo Jadi 1,91 Triliun Yen Aldnoah.Zero Resmi Lengkap Dub Inggris di Crunchyroll, Termasuk Episode Baru 24.5 Kosakata Jepang yang Sering Muncul di Label Supermarket

News

Salju Ekstrem Tewaskan 30 Orang di Jepang dalam Dua Pekan

badge-check


					Salju Ekstrem Tewaskan 30 Orang di Jepang dalam Dua Pekan Perbesar

Hujan salju yang tidak biasa telah menewaskan setidaknya 30 orang di Jepang dalam dua minggu terakhir, kata para pejabat pada Selasa, sementara pemerintah mengerahkan pasukan untuk membantu membersihkan timbunan salju besar yang membuat warga di wilayah utara kesulitan keluar dari rumah mereka.

Pihak berwenang mencatat ketebalan salju hingga 4,5 meter di beberapa bagian Prefektur Aomori, wilayah yang paling terdampak dan menjadi lokasi banyak korban jiwa. Salah satunya adalah seorang perempuan berusia 91 tahun yang ditemukan meninggal di bawah tumpukan salju setinggi tiga meter di luar rumahnya.

Sistem cuaca besar telah menurunkan volume salju yang sangat tinggi di sepanjang pesisir Laut Jepang dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa wilayah di bagian tengah dan utara Pulau Honshu mengalami curah salju lebih dari dua kali lipat rata-rata normal.

Pemerintah pusat telah mengerahkan pasukan untuk membantu pemerintah daerah menangani situasi tersebut. Perdana Menteri Sanae Takaichi juga menggelar rapat kabinet khusus pada Selasa dan menginstruksikan para menterinya untuk melakukan segala upaya guna mencegah jatuhnya korban tambahan.

Tayangan televisi memperlihatkan warga terpaksa berjalan melalui lorong-lorong yang digali di antara timbunan salju tebal, sementara para pengemudi berjuang agar kendaraan mereka tidak terjebak. Banyak sekolah setempat ditutup dan layanan transportasi umum dihentikan di sejumlah daerah.

Seorang warga Kota Aomori mengatakan kepada stasiun televisi lokal RAB bahwa pembersihan salju harus menjadi prioritas utama setelah ia membantu mengeluarkan sebuah van yang terjebak.

“Mereka harus menutup lalu lintas sejak pagi dan membersihkan salju. Kalau tidak, tidak ada solusi,” kata pria tersebut.

Pihak berwenang telah mengerahkan truk dan alat berat untuk memindahkan salju, namun upaya tersebut belum mampu mengimbangi salju yang terus turun tanpa henti.

Gubernur Aomori Soichiro Miyashita mengatakan dalam konferensi pers bahwa dinding salju setinggi hingga 1,8 meter di Kota Aomori bahkan menghalangi pegawai pemerintah untuk datang bekerja.

“Salju di sekitar gedung pemerintah daerah sangat tebal sehingga staf kami pun tidak bisa berkumpul, bahkan jika kami memanggil rapat darurat,” ujarnya.

Menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang, 30 orang meninggal akibat salju sejak 20 Januari hingga Selasa.

Di antara korban adalah Kina Jin, 91 tahun, yang ditemukan meninggal di rumahnya di Ajigasawa, Prefektur Aomori, kata seorang pejabat kepolisian setempat. Polisi menduga salju dari atap rumahnya jatuh menimpanya, dan penyebab kematian disebut sebagai sesak napas.

“Ketika suhu mulai menghangat, salju yang menumpuk akan mencair dan jatuh. Itu tergantung pada volume salju dan suhu. Area di bawah atap adalah tempat yang berbahaya,” kata pejabat tersebut.

Seorang perempuan lansia di Kota Aomori mengucapkan terima kasih kepada pasukan yang membersihkan salju dari rumahnya pada Senin.

“Kalau mereka tidak datang, rumah saya mungkin sudah roboh hari ini atau besok,” katanya kepada stasiun televisi lokal ATV.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kolaborasi Detective Conan dan My Hero Academia Picu Kontroversi di China

4 February 2026 - 13:10 WIB

Pasukan Bela Diri Jepang Turun Bantu Bersihkan Atap Rumah di Aomori

3 February 2026 - 15:10 WIB

Pepper Cetak Sejarah: Robot Humanoid Softbank Jepang Masuk Guinness World Records

3 February 2026 - 11:10 WIB

Bukan Sekali: Korban Perampokan Haneda Sudah Tiga Kali Diserang, Libatkan 95 Juta Yen

3 February 2026 - 10:10 WIB

Sempat Puji Yen Melemah di Tengah Kekhawatiran Pasar, PM Jepang Akhirnya Klarifikasi Pernyataannya

2 February 2026 - 15:10 WIB

Trending on News