Menu

Dark Mode
70 Tahun Bareng, Jepang–Nepal Janji Perkuat Persahabatan CAPCOM Buka Voting Kontes Desain Robot Master untuk Mega Man: Dual Override Belanja Wisatawan Asing di Jepang Cetak Rekor ¥9,5 Triliun pada 2025 Kolaborasi Detective Conan dan My Hero Academia Picu Kontroversi di China Hidup Berdekatan, Tapi Tetap Berjarak: Cara Orang Jepang Menjaga Privasi Salju Ekstrem Tewaskan 30 Orang di Jepang dalam Dua Pekan

News

Kolaborasi Detective Conan dan My Hero Academia Picu Kontroversi di China

badge-check


					filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
module: photo; 
hw-remosaic: false; 
touch: (0.47434896, 0.47623697); 
sceneMode: 2; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 248.0; 
aec_lux_index: 0; 
albedo:  ; 
confidence:  ; 
motionLevel: 0; 
weatherinfo: null; 
temperature: 34; Perbesar

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; module: photo; hw-remosaic: false; touch: (0.47434896, 0.47623697); sceneMode: 2; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 248.0; aec_lux_index: 0; albedo: ; confidence: ; motionLevel: 0; weatherinfo: null; temperature: 34;

Serial anime populer Jepang Detective Conan kembali menjadi sorotan di China setelah kolaborasinya dengan manga dan anime My Hero Academia memicu kontroversi. Kolaborasi tersebut menuai kritik karena My Hero Academia sebelumnya pernah mendapat kecaman di China pada 2020 terkait nama karakter yang diasosiasikan dengan agresi militer Jepang di masa perang.

Pemegang hak cipta anime Detective Conan di China daratan menyatakan bahwa kerja sama antara dua karya tersebut bertujuan menyampaikan “nilai-nilai positif.” Dalam pernyataannya, mereka juga menegaskan bahwa pemegang hak cipta dari pihak Jepang selama ini “secara konsisten mendukung pertukaran budaya yang bersahabat” antara China dan Jepang.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi negatif di media sosial China. Banyak warganet menyatakan ketidakpuasan dan menyerukan agar pihak Jepang menyampaikan permintaan maaf resmi atas kolaborasi tersebut.

Kampanye kolaborasi ini digelar untuk memperingati ulang tahun ke-30 serial anime Detective Conan dan ulang tahun ke-10 My Hero Academia pada tahun ini. Sebagai bagian dari proyek tersebut, para kreator manga masing-masing merilis ilustrasi yang menampilkan karakter utama dari kedua seri.

My Hero Academia sendiri pernah ditarik dari berbagai platform video di China pada 2020 setelah salah satu karakter antagonisnya dianggap menghina rakyat China, menurut laporan media setempat. Karakter tersebut bernama Maruta Shiga, yang digambarkan melakukan eksperimen pada manusia.

Nama tersebut memicu kemarahan luas karena mengingatkan pada Unit 731, satuan militer Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang terkenal melakukan penelitian senjata biologis dan kimia melalui eksperimen manusia di wilayah timur laut China pada masa perang. Kata “Maruta,” yang berarti batang kayu, diketahui digunakan untuk menyebut korban eksperimen manusia, sementara “Shiga” merujuk pada Kiyoshi Shiga, ilmuwan Jepang yang menemukan bakteri penyebab penyakit pada 1897.

Pada Minggu, sebuah media yang berada di bawah pemerintah Provinsi Hubei mengecam kolaborasi antara Detective Conan dan My Hero Academia dalam sebuah tajuk rencana. Media tersebut menilai kerja sama itu sebagai tindakan yang “mengabaikan luka sejarah dan sentimen nasional rakyat China.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

70 Tahun Bareng, Jepang–Nepal Janji Perkuat Persahabatan

4 February 2026 - 16:10 WIB

CAPCOM Buka Voting Kontes Desain Robot Master untuk Mega Man: Dual Override

4 February 2026 - 16:10 WIB

Belanja Wisatawan Asing di Jepang Cetak Rekor ¥9,5 Triliun pada 2025

4 February 2026 - 15:10 WIB

Salju Ekstrem Tewaskan 30 Orang di Jepang dalam Dua Pekan

4 February 2026 - 11:10 WIB

Aldnoah.Zero Resmi Lengkap Dub Inggris di Crunchyroll, Termasuk Episode Baru 24.5

3 February 2026 - 19:30 WIB

Trending on OTAKU