Menu

Dark Mode
Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia Macross Frontier x Top Gun: Maverick: Tamashii Nations Rilis Valkyrie Edisi Kolaborasi Jepang Bakal Wajibkan Bukti Sertifikasi Kemampuan Bahasa Jepang Setara N2 untuk Visa Gijinkoku Pasca Penusukan di Ikebukuro, Pokémon Center Jepang Batalkan Semua Event April

News

PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

badge-check


					Iran and Japan flag together realtions textile cloth fabric texture Perbesar

Iran and Japan flag together realtions textile cloth fabric texture

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada hari Senin menyatakan kesiapannya untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjelang tenggat dari Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.

“Kami sedang mempersiapkan dialog di tingkat pemimpin pada waktu yang tepat,” ujar Takaichi dalam sidang parlemen saat ditanya mengenai upaya diplomasi Jepang terkait konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Ia menambahkan bahwa Jepang akan melakukan segala upaya untuk memulihkan perdamaian, tanpa menyebutkan secara spesifik pemimpin Iran yang akan diajak berdialog.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menyampaikan kekhawatiran mendalam kepada Menlu Iran, Abbas Araghchi, terkait berlanjutnya aksi saling serang.

Motegi juga mendesak Iran untuk berpartisipasi secara serius dalam upaya diplomasi yang sedang berlangsung, serta menegaskan pentingnya meredakan ketegangan secepat mungkin. Ia turut meminta jaminan keselamatan bagi kapal-kapal yang melintasi Strait of Hormuz dan kembali meminta pembebasan warga negara Jepang yang ditahan di Iran.

Menanggapi hal tersebut, Araghchi menyatakan bahwa pihaknya menanggapi permintaan tersebut dengan serius, dan kedua negara sepakat untuk terus berkomunikasi guna meredakan situasi.

Konflik di Timur Tengah berdampak besar bagi Jepang, yang bergantung lebih dari 90% impor minyak mentahnya dari kawasan tersebut. Sebagian besar pasokan itu melewati Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global yang kini secara efektif ditutup oleh Iran, sehingga memicu kekhawatiran pasokan dan kenaikan harga minyak.

Trump sebelumnya menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran dan memperpanjang tenggat pembukaan Selat Hormuz hingga Selasa. Dalam wawancara dengan media AS, ia memperingatkan bahwa Iran bisa kehilangan fasilitas energinya jika tidak membuka jalur tersebut.

Jepang, sebagai sekutu dekat AS sekaligus negara yang memiliki hubungan relatif baik dengan Iran, mengecam penutupan jalur tersebut serta serangan balasan Iran terhadap negara-negara Timur Tengah.

Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengatakan bahwa satu kapal terkait Jepang telah berhasil melewati Selat Hormuz sejak penutupan terjadi. Namun, masih ada 42 kapal lain yang tertahan di Teluk Persia.

Menurut Mitsui O.S.K. Lines, sebuah kapal tanker gas milik afiliasi mereka di India telah berhasil melintasi selat tersebut. Meski Iran dilaporkan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas, perusahaan tersebut tidak mengungkapkan apakah kapal mereka membayar biaya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan

7 April 2026 - 15:10 WIB

Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia

7 April 2026 - 10:10 WIB

Jepang Bakal Wajibkan Bukti Sertifikasi Kemampuan Bahasa Jepang Setara N2 untuk Visa Gijinkoku

6 April 2026 - 17:30 WIB

Pasca Penusukan di Ikebukuro, Pokémon Center Jepang Batalkan Semua Event April

6 April 2026 - 16:10 WIB

Survey: Anak Laki-laki di Jepang Ingin Jadi Polisi, Perempuan Masih Favoritkan Toko Kue

6 April 2026 - 15:10 WIB

Trending on News