Menu

Dark Mode
Kaisar Jepang Kunjungi Fukushima, Tinjau Pemulihan 15 Tahun Pasca Bencana 2011 Trump Kritik Jepang dan Sekutu karena Tak Bantu Buka Selat Hormuz Anime How NOT to Summon a Demon Lord Dapat Season 3 Berjudul “ULT” Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia

News

Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan

badge-check


					Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan Perbesar

Analisis terbaru terhadap laporan pemerintah menunjukkan bahwa hampir 500 orang berusia 65 tahun ke atas meninggal antara tahun fiskal 2006 hingga 2024 akibat pembunuhan atau kekerasan oleh anggota keluarga atau kerabat yang merawat mereka. Data ini menyoroti semakin beratnya kondisi dalam perawatan lansia di rumah.

Menurut Ministry of Health, Labour and Welfare, jumlah rumah tangga yang hanya dihuni lansia telah melampaui 17 juta, dan kasus di mana baik perawat maupun yang dirawat sama-sama lansia terus meningkat.

Beberapa kasus dikaitkan dengan kelelahan dan isolasi yang dialami caregiver, terutama karena kurangnya akses untuk mencari bantuan. Seorang ahli menyebut angka 486 kematian ini kemungkinan hanya “puncak gunung es” dan menekankan perlunya peningkatan dukungan secara mendesak.

Dari total kasus tersebut, 142 korban adalah pria dan 344 wanita. Sebanyak 220 kasus melibatkan pembunuhan, pembunuhan disertai bunuh diri, atau percobaan bunuh diri oleh kerabat, di mana hanya lansia yang meninggal.

Selain itu, 132 kasus disebabkan oleh penelantaran, 69 akibat kekerasan, dan 65 lainnya masuk kategori “lain-lain,” termasuk kasus dengan penyebab yang tidak diketahui.

Jumlah kematian per tahun umumnya berada di kisaran 20-an kasus, namun sempat meningkat hingga 37 kasus pada tahun fiskal 2021. Angka terendah tercatat pada tahun fiskal 2019 dengan 15 kasus.

Jika dilihat dari usia, kelompok 80–84 tahun menjadi yang paling banyak dengan 105 kasus, sementara yang paling sedikit adalah usia 65–69 tahun dengan 27 kasus.

Dari 483 pelaku, 343 adalah pria dan 140 wanita. Hubungan paling umum dengan korban adalah anak laki-laki (219 kasus), disusul oleh suami (98 kasus). Faktor penyebab yang sering dilaporkan antara lain kesulitan ekonomi dan kelelahan dalam merawat.

Dalam survei sejak tahun fiskal 2009 terkait penggunaan layanan asuransi perawatan jangka panjang, sekitar 43% korban diketahui menggunakan layanan seperti perawatan kunjungan ke rumah. Sementara itu, sekitar 54% tidak menggunakan layanan apa pun saat kejadian terjadi.

Survei ini dilakukan setiap tahun sejak 2006, berdasarkan laporan konsultasi dari pemerintah daerah di seluruh Jepang. Analisis selama 19 tahun hingga 2024 ini tidak mencakup kasus kekerasan oleh staf di fasilitas perawatan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kaisar Jepang Kunjungi Fukushima, Tinjau Pemulihan 15 Tahun Pasca Bencana 2011

7 April 2026 - 18:10 WIB

Trump Kritik Jepang dan Sekutu karena Tak Bantu Buka Selat Hormuz

7 April 2026 - 17:35 WIB

PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

7 April 2026 - 12:10 WIB

Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia

7 April 2026 - 10:10 WIB

Jepang Bakal Wajibkan Bukti Sertifikasi Kemampuan Bahasa Jepang Setara N2 untuk Visa Gijinkoku

6 April 2026 - 17:30 WIB

Trending on News