Kaisar Jepang Emperor Naruhito, Permaisuri Empress Masako, dan putri mereka Princess Aiko mengunjungi Prefektur Fukushima Prefecture pada hari Senin untuk meninjau upaya pemulihan sejak gempa dan tsunami besar yang memicu kecelakaan nuklir 15 tahun lalu.
Trump Kritik Jepang dan Sekutu karena Tak Bantu Buka Selat Hormuz
Kunjungan yang berlangsung hingga menginap ini mencakup kota Futaba dan Okuma, yang menjadi lokasi kompleks nuklir Fukushima Daiichi, serta beberapa wilayah lain dalam radius 20 kilometer dari fasilitas tersebut.
Ini merupakan kunjungan pertama Kaisar ke wilayah tersebut sejak kecelakaan terjadi, dan juga pertama kalinya Putri Aiko mengunjungi daerah yang terdampak bencana tahun 2011.
Pada hari pertama, keluarga kekaisaran mengunjungi Futaba dan meletakkan bunga di altar peringatan yang berada di museum Great East Japan Earthquake and Nuclear Disaster Memorial Museum.
Sekitar 180 warga di kota tersebut meninggal dunia akibat tsunami dan dampak lanjutan dari bencana.
Agenda mereka juga mencakup melihat berbagai pameran di museum, termasuk diorama yang menggambarkan kondisi sesaat setelah kecelakaan nuklir, serta perkembangan proses dekontaminasi di wilayah sekitar. Mereka juga bertemu dengan para penyintas.
Setelah menginap di J-Village, yang dulu digunakan sebagai basis penanganan bencana, keluarga kekaisaran dijadwalkan melanjutkan kunjungan pada hari Selasa ke kota Tomioka, Okuma, dan Namie untuk melihat dampak tsunami, mengunjungi fasilitas pendidikan, serta bertemu warga terdampak.
Rencana awal untuk mengunjungi Prefektur Iwate dan Miyagi pada 25–26 Maret sebelumnya dibatalkan setelah Kaisar dan Permaisuri mengalami gejala flu.
Sc : JT








