Di tengah berkurangnya jumlah anggota pemadam sukarela (shōbōdan) di berbagai daerah Jepang, dua warga negara Indonesia (WNI) resmi bergabung dengan korps pemadam sukarela di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki.
Keduanya adalah Deni Saputra (26) dan Ahmad Ubaidillah (25), yang bekerja sebagai peserta program magang teknis di perusahaan konstruksi Kamiyama Kensetsu. Mereka menjadi warga asing pertama yang bergabung dengan salah satu dari sembilan divisi pemadam sukarela di Kota Hasami.
Saat pertama kali mengenakan seragam dan perlengkapan pemadam, keduanya mengaku masih merasa malu. Rekan-rekan senior mereka bahkan bercanda agar seragam tersebut difoto dan dikirim kepada orang tua mereka di Indonesia.
Deni dan Ahmad datang ke Jepang pada Mei 2024 setelah menjalani pendidikan bahasa Jepang selama enam bulan di Indonesia. Keduanya mengaku memang sudah lama tertarik dengan Jepang.
Deni mengatakan ia ingin bekerja di Jepang karena menyukai anime, sedangkan Ahmad tertarik setelah mendengar dari teman-temannya bahwa Jepang adalah negara yang bersih, masyarakatnya disiplin, dan budayanya menarik untuk dipelajari.
Setelah hampir dua tahun bekerja di bidang konstruksi, atasan mereka melihat keduanya mampu beradaptasi dengan baik sehingga mengajak mereka bergabung dengan pemadam sukarela.
“Keduanya bekerja dengan sangat serius. Sekarang kami juga sudah bisa saling bercanda. Saya berharap mereka tidak hanya berbaur di tempat kerja, tetapi juga melalui kegiatan pemadam sukarela bisa semakin menyatu dengan masyarakat,” ujar Yasunari Nakao, Manajer Divisi Administrasi Kamiyama Kensetsu.
Kehadiran dua WNI tersebut diharapkan menjadi tenaga baru bagi Kota Hasami yang sedang menghadapi penurunan jumlah penduduk dan kekurangan anggota pemadam sukarela. Mereka juga menyatakan siap membantu masyarakat apabila terjadi keadaan darurat.
Sc : FNN








