Menu ✖

Dark Mode
Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028 Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

News

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

badge-check


					Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Perbesar

Perusahaan perjalanan besar Jepang H.I.S. Co. mengumumkan bahwa data paspor hingga 627 pelanggan kemungkinan bocor akibat akses ilegal ke server milik anak perusahaannya di Thailand.

Menurut H.I.S., anak perusahaan mereka, H.I.S. Tours Co., mendeteksi aktivitas mencurigakan melalui sistem pendeteksi akses tidak sah pada 11 Desember 2025. Setelah itu, server yang terdampak langsung diputus dari jaringan dan akses ke sistem dibatasi.

Hasil penyelidikan kemudian menemukan bahwa server tersebut telah diretas dan menyimpan sejumlah data pribadi pelanggan yang dikumpulkan di Jepang.

H.I.S. mengakui bahwa mereka tidak segera mengumumkan insiden tersebut kepada publik. Perusahaan beralasan proses analisis dan pemeriksaan data yang tersimpan di server membutuhkan waktu lama karena jumlah datanya sangat besar.

Data yang diduga bocor mencakup nama, jenis kelamin, tanggal lahir, nomor paspor, masa berlaku paspor, hingga informasi terkait alergi pelanggan.

Data tersebut berkaitan dengan pelanggan yang menggunakan layanan H.I.S. untuk bepergian ke Thailand pada tahun 2017, periode 2019–2020, serta 2024–2025.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa informasi yang diduga bocor tidak mencakup nomor telepon, alamat rumah, alamat email, maupun data kartu kredit.

H.I.S. menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan akan menghubungi pelanggan yang terdampak apabila informasi kontak mereka dapat diidentifikasi.

Pada hari yang sama, perusahaan asuransi besar Jepang Sompo Japan Insurance juga mengumumkan dugaan kebocoran data pelanggan.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa sekitar 60.000 data pelanggan layanan kamera dasbor (dashcam) sewa kemungkinan bocor akibat akses ilegal ke server milik salah satu kontraktornya pada Jumat dan Sabtu lalu.

Data yang berpotensi terdampak meliputi nama, nomor telepon, alamat, tempat kerja, alamat email, serta nomor seri perangkat dashcam.

Hingga saat ini, Sompo Japan menyatakan belum menemukan bukti adanya penyalahgunaan informasi tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar perusahaan dalam pernyataan resminya.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Telepon Umum di Stasiun Subway Toei Tokyo Akan Dipensiunkan Bertahap hingga 2028

8 October 2026 - 07:14 WIB

Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah

6 October 2026 - 16:10 WIB

Menteri Pertanian Jepang Minta Maaf atas Pernyataan Soal Pemotongan Anggaran Jalan

6 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News