Perusahaan perjalanan besar Jepang H.I.S. Co. mengumumkan bahwa data paspor hingga 627 pelanggan kemungkinan bocor akibat akses ilegal ke server milik anak perusahaannya di Thailand.
Menurut H.I.S., anak perusahaan mereka, H.I.S. Tours Co., mendeteksi aktivitas mencurigakan melalui sistem pendeteksi akses tidak sah pada 11 Desember 2025. Setelah itu, server yang terdampak langsung diputus dari jaringan dan akses ke sistem dibatasi.
Hasil penyelidikan kemudian menemukan bahwa server tersebut telah diretas dan menyimpan sejumlah data pribadi pelanggan yang dikumpulkan di Jepang.
H.I.S. mengakui bahwa mereka tidak segera mengumumkan insiden tersebut kepada publik. Perusahaan beralasan proses analisis dan pemeriksaan data yang tersimpan di server membutuhkan waktu lama karena jumlah datanya sangat besar.
Data yang diduga bocor mencakup nama, jenis kelamin, tanggal lahir, nomor paspor, masa berlaku paspor, hingga informasi terkait alergi pelanggan.
Data tersebut berkaitan dengan pelanggan yang menggunakan layanan H.I.S. untuk bepergian ke Thailand pada tahun 2017, periode 2019–2020, serta 2024–2025.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa informasi yang diduga bocor tidak mencakup nomor telepon, alamat rumah, alamat email, maupun data kartu kredit.
H.I.S. menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan akan menghubungi pelanggan yang terdampak apabila informasi kontak mereka dapat diidentifikasi.
Pada hari yang sama, perusahaan asuransi besar Jepang Sompo Japan Insurance juga mengumumkan dugaan kebocoran data pelanggan.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa sekitar 60.000 data pelanggan layanan kamera dasbor (dashcam) sewa kemungkinan bocor akibat akses ilegal ke server milik salah satu kontraktornya pada Jumat dan Sabtu lalu.
Data yang berpotensi terdampak meliputi nama, nomor telepon, alamat, tempat kerja, alamat email, serta nomor seri perangkat dashcam.
Hingga saat ini, Sompo Japan menyatakan belum menemukan bukti adanya penyalahgunaan informasi tersebut.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar perusahaan dalam pernyataan resminya.
Sc : KN








