Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik dengan jenis berbeda ke arah Laut Jepang pada Senin. Menurut militer Korea Selatan, beberapa rudal tersebut terbang lebih dari 900 kilometer. Sementara itu, Jepang menyatakan bahwa dua rudal diperkirakan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara tersebut.
Sumber militer Korea Selatan menyebutkan bahwa peluncuran rudal itu dilakukan sebagai respons terhadap uji tembak rudal hipersonik pertama Korea Selatan pada awal bulan ini. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan bahwa peluncuran berlangsung di sekitar Pyongyang pada pukul 09.20 waktu setempat.
Jepang menyampaikan protes kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik dan mengecam keras peluncuran tersebut karena dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Wakil Menteri Pertahanan Parlemen Jepang, Takashi Koyari, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah masih menganalisis sejumlah informasi terkait peluncuran itu, termasuk kemungkinan adanya lintasan penerbangan yang tidak biasa.
Menurut Koyari, rudal kedua diperkirakan mencapai ketinggian maksimum 70 kilometer dan terbang sejauh lebih dari 910 kilometer.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menginstruksikan instansi pemerintah untuk mengerahkan upaya maksimal dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi. Pemerintah juga diminta menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat, serta memastikan keselamatan pelayaran dan penerbangan.
Peluncuran terbaru ini terjadi setelah Korea Utara menembakkan sebuah rudal balistik pada 3 Oktober. Saat itu, Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan, menyebut rudal tersebut sebagai rudal strategis jarak menengah yang mampu terbang dengan lintasan tidak biasa, menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Jepang dan Korea Selatan merupakan sekutu Amerika Serikat. Peluncuran rudal berulang kali oleh Korea Utara serta pengembangan senjata nuklirnya telah mendorong kedua negara meningkatkan kerja sama, baik secara bilateral maupun bersama Amerika Serikat.
Ketiga negara tersebut telah mendesak Korea Utara untuk menghentikan tindakan yang dinilai mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan. Peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara juga dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sc : KN








