CAPCOM mengumumkan pada Kamis bahwa layanan akun keanggotaan daringnya, CAPCOM ID, mengalami kebocoran data setelah pihak ketiga memperoleh akses tanpa izin. Insiden ini berdampak pada catatan alamat email dan informasi identifikasi khusus sistem milik 11.777.247 orang di seluruh dunia.
Informasi identifikasi sistem tersebut mencakup data seperti tanggal dan waktu login serta waktu pembuatan akun. Selain itu, ditemukan perubahan kata sandi tanpa izin pada 196 akun serta 43 kasus akses ilegal terhadap data pribadi, seperti tanggal lahir, jenis kelamin, negara, dan nama panggilan pengguna.
CAPCOM menyatakan belum mengonfirmasi adanya pembobolan kata sandi yang sebelumnya ditetapkan oleh pengguna. Meski demikian, kata sandi akun yang terdampak telah diatur ulang. Perusahaan juga memastikan bahwa informasi kartu kredit tidak terdampak dalam insiden ini.
CAPCOM berencana menghubungi pengguna yang terdampak dan telah menyediakan saluran layanan pelanggan khusus untuk menangani pertanyaan terkait kebocoran tersebut.
Perusahaan pertama kali mendeteksi aktivitas mencurigakan pada Senin. CAPCOM segera membatasi akses dan memulai penyelidikan, lalu mengonfirmasi adanya akses tanpa izin pada hari yang sama serta menerapkan langkah darurat.
Pada Selasa, CAPCOM membentuk tim penanganan insiden internal untuk mengumpulkan informasi dan memastikan data yang terdampak. Hasil penyelidikan kemudian dilaporkan kepada Komite Pengawasan Keamanan Teknologi Informasi eksternal perusahaan.
Pada Rabu, CAPCOM melaporkan insiden tersebut kepada Kepolisian Prefektur Osaka dan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Ke depannya, CAPCOM berencana memperkuat sistem keamanan informasi dan menerapkan langkah pencegahan tambahan agar kejadian serupa tidak terulang.
CAPCOM dikenal sebagai pengembang dan penerbit berbagai waralaba gim populer, termasuk Street Fighter, Resident Evil, Monster Hunter, Ace Attorney, dan Mega Man.










