Menu

Dark Mode
Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang Dua Perempuan dan Satu Pria Tewas di Hikone, Jepang! Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama Polisi Ibaraki Tangkap 23 WNA Ilegal, 19 Diantaranya Warga Indonesia Setelah 70 Tahun, Jepang Pertimbangkan Aturan Sanksi untuk Pria Hidung Belang Didorong Lansia, Perempuan, dan Pekerja Asing, Angkatan Kerja Jepang Catat Rekor 70 Juta Orang pada 2025 Adaptasi Anime Saijō no Osewa Siap Mengudara Juli 2026

Culture

Oshibori: Seni Menyambut Tamu dengan Handuk Hangat

badge-check


					Oshibori: Seni Menyambut Tamu dengan Handuk Hangat Perbesar

Saat berkunjung ke restoran Jepang atau tempat tertentu di Jepang, mungkin kamu pernah disuguhi sebuah handuk kecil yang hangat atau dingin sebelum menikmati hidangan. Handuk ini disebut oshibori (おしぼり), dan meskipun terlihat sederhana, keberadaannya memiliki nilai budaya dan filosofi yang mendalam dalam tradisi Jepang.

Apa Itu Oshibori?

Oshibori adalah handuk kecil yang diberikan kepada tamu untuk menyeka tangan sebelum makan atau memulai aktivitas lainnya. Biasanya, oshibori dibuat dari kain katun lembut atau bahan sekali pakai, yang direndam dalam air hangat atau dingin. Di musim dingin, oshibori hangat sangat populer untuk memberikan rasa nyaman, sedangkan di musim panas, oshibori dingin membantu menyegarkan tubuh.

Sejarah Oshibori

Tradisi oshibori telah ada sejak periode Edo (1603–1868). Saat itu, para pelancong yang beristirahat di penginapan (ryokan) disambut dengan handuk basah untuk membersihkan tangan dan wajah mereka setelah perjalanan panjang. Tradisi ini berkembang menjadi simbol keramahan dan perhatian kepada tamu.

Filosofi di Balik Oshibori

Pemberian oshibori mencerminkan omotenashi (おもてなし), yaitu konsep pelayanan yang tulus dan penuh perhatian dalam budaya Jepang. Menyediakan oshibori menunjukkan bahwa tuan rumah peduli terhadap kenyamanan dan kebersihan tamunya, sebuah elemen penting dalam interaksi sosial di Jepang.

Etika Menggunakan Oshibori

Meskipun oshibori tampak sederhana, ada beberapa etika yang perlu diketahui:

  1. Gunakan hanya untuk tangan. Jangan gunakan oshibori untuk menyeka wajah atau bagian tubuh lainnya, terutama di tempat formal.
  2. Lipat kembali dengan rapi. Setelah digunakan, lipat oshibori seperti semula dan letakkan di tempatnya.
  3. Jangan dibawa pulang. Oshibori bukanlah barang sekali pakai (kecuali yang berbahan tisu basah).

Modernisasi Oshibori

Saat ini, oshibori tidak hanya digunakan di restoran, tetapi juga di salon, transportasi umum, atau bahkan kantor. Beberapa perusahaan bahkan menyediakan oshibori dengan aroma khusus untuk menambah kenyamanan.

Oshibori di Luar Jepang

Karena popularitas budaya Jepang, tradisi oshibori mulai diadopsi di berbagai negara. Restoran Jepang di luar negeri sering kali menyediakan oshibori sebagai bagian dari pengalaman autentik mereka.

Oshibori bukan sekadar handuk kecil, tetapi sebuah simbol keramahan dan perhatian dalam budaya Jepang. Tradisi ini mengajarkan kita untuk memperhatikan kenyamanan orang lain, bahkan dalam hal-hal kecil. Jadi, ketika kamu menerima oshibori di restoran Jepang, nikmati momen tersebut sebagai bagian dari pengalaman budaya yang kaya dan penuh makna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Urusan Sampah Dianggap Serius di Jepang, Bukan Sekadar Soal Kebersihan

30 January 2026 - 10:14 WIB

Mengapa Orang Jepang Lebih Nyaman Sendiri di Tempat Umum

29 January 2026 - 18:30 WIB

Budaya Diam di Kereta Saat di Jepang: Etika Tak Tertulis yang Dipatuhi Bersama

28 January 2026 - 18:30 WIB

Tidur Larut, Tetap Tepat Waktu: Irama Hidup Orang Jepang Sehari-hari

27 January 2026 - 18:30 WIB

Mengapa Orang Jepang Lebih Nyaman Sendiri di Tempat Umum

19 January 2026 - 19:10 WIB

Trending on Culture