Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Pria Jepang Dijatuhi Hukuman karena Menjual Konsol Nintendo Switch yang Dimodifikasi Secara Ilegal

badge-check


					Pria Jepang Dijatuhi Hukuman karena Menjual Konsol Nintendo Switch yang Dimodifikasi Secara Ilegal Perbesar

Stasiun televisi RKC Kōchi melaporkan pada hari Senin bahwa Pengadilan Distrik Kōchi menjatuhkan hukuman kepada Fumihiro Otobe (58 tahun) atas pelanggaran Undang-Undang Merek Dagang setelah terbukti secara ilegal memodifikasi konsol Nintendo Switch dan menjualnya secara online.

Otobe, seorang pekerja transportasi asal kota Ryūgasaki di Prefektur Ibaraki, dijatuhi hukuman dua tahun penjara dengan masa percobaan tiga tahun — artinya, jika ia berkelakuan baik selama tiga tahun, ia tidak akan menjalani hukuman penjara. Selain itu, ia juga dikenai denda sebesar 500.000 yen (sekitar 3.495 dolar AS).

Otobe ditangkap oleh Kepolisian Prefektur Kōchi pada Maret tahun lalu karena diduga menyolder komponen modifikasi ke papan sirkuit konsol Switch bekas dan menjualnya di aplikasi pasar loak seharga 28.000 yen (sekitar 195 dolar AS) per unit.

Ini merupakan kasus pertama di Jepang di mana seseorang ditangkap dan dijatuhi hukuman karena menjual unit Switch yang dimodifikasi secara ilegal.

Nintendo pertama kali meluncurkan konsol Switch pada Maret 2017. Hingga 31 Desember, Nintendo melaporkan telah menjual 150,86 juta unit Switch — termasuk model Switch biasa, Switch Lite, dan Switch OLED. Penjualan perangkat lunak untuk Switch mencapai 1,359 miliar unit.

Penerus konsol ini, Switch 2, dijadwalkan rilis di Amerika Serikat dan Jepang pada 5 Juni mendatang.

Nintendo sebelumnya mengumumkan bahwa pre-order global dimulai pada 9 April dengan harga 449,99 dolar AS. Namun, pada 4 April, Nintendo mengumumkan penundaan pre-order di Amerika Serikat untuk “meninjau potensi dampak tarif dan kondisi pasar yang berkembang,” hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan kebijakan tarif impor baru.

Sc : NTV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News