Menu ✖

Dark Mode
Masashi Kishimoto Umumkan Manga Baru Naruto, Berjudul Naruto Shadow Rising Attack on Titan: The Musical Gelar Tur Dunia, Singapura Jadi Negara Pembuka pada 2027 Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan

News

Sel Punca iPS Beri Kemajuan bagi Pasien Cedera Tulang Belakang di Jepang

badge-check


					Sel Punca iPS Beri Kemajuan bagi Pasien Cedera Tulang Belakang di Jepang Perbesar

Tim dokter dari Universitas Keio mengumumkan langkah menjanjikan dalam upaya mengobati cedera tulang belakang menggunakan sel punca pluripoten terinduksi (iPS) manusia, dalam konferensi pers pada 21 Maret lalu.

Dalam uji klinis yang dilakukan, sel iPS digunakan untuk menciptakan sel saraf yang kemudian ditransplantasikan ke dalam tubuh empat pasien yang mengalami cedera tulang belakang. Hasilnya, dua dari empat pasien menunjukkan pemulihan fungsi motorik, dan satu di antaranya bahkan mampu berdiri dengan bantuan alat penopang setelah menjalani rehabilitasi intensif.

“Kami melihat secercah harapan untuk melangkah ke tahap selanjutnya,” ujar Masaya Nakamura, profesor ortopedi dari Universitas Keio.

Uji klinis selanjutnya akan diperluas melalui K Pharma Inc., perusahaan ventura yang didirikan oleh Universitas Keio, guna memastikan keamanan dan efektivitas terapi ini.

Upaya ini telah dimulai sejak penemuan sel iPS oleh Shinya Yamanaka pada 2006. Yamanaka, peraih Nobel Kedokteran, memimpin Pusat Penelitian dan Aplikasi Sel iPS di Universitas Kyoto, yang juga menyediakan sel iPS untuk uji klinis Keio ini.

Dalam uji terbaru, seluruh pasien mengalami cedera tulang belakang antara 14 hingga 28 hari sebelum transplantasi dilakukan. Mereka kehilangan seluruh fungsi motorik di sebagian tubuh. Setelah transplantasi, mereka menjalani rehabilitasi selama satu tahun di bawah pengawasan ketat.

Pasien yang kini bisa berdiri dengan bantuan alat penopang sedang menjalani tahap rehabilitasi berikutnya agar dapat berjalan.

Tim dokter juga menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi bahwa sel hasil transplantasi berkembang menjadi sel kanker — salah satu risiko utama dalam terapi sel punca.

Data dari Pusat Cedera Tulang Belakang di Iizuka, Prefektur Fukuoka, menunjukkan bahwa hanya sekitar 10–12 persen pasien dengan cedera tulang belakang yang mampu memulihkan sebagian fungsi motorik melalui rehabilitasi konvensional. Namun, karena jumlah partisipan dalam uji coba ini masih sangat terbatas, efektivitas statistik dari terapi ini belum bisa dipastikan.

Di Jepang, sekitar 100.000 orang hidup dengan cedera tulang belakang, dan hingga kini, rehabilitasi menjadi satu-satunya harapan untuk perbaikan. Terapi dengan sel iPS ini membuka potensi masa depan baru dalam dunia pengobatan regeneratif.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News