Harga beras di Jepang melonjak ke rekor tertinggi, mencapai rata-rata 4.233 yen per 5 kilogram, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan pemerintah pada Rabu (8 Mei). Kenaikan ini menunjukkan bahwa kebijakan pelepasan stok beras cadangan belum mampu menstabilkan pasokan secara efektif.
Kenaikan harga ini menandai pekan ke-17 berturut-turut di mana harga beras terus naik. Sebagai respons, Perdana Menteri Shigeru Ishiba telah menginstruksikan kepala kebijakan dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa untuk merancang langkah-langkah guna meredam dampak negatif dari lonjakan harga beras.
Selama tujuh hari hingga 27 April, harga rata-rata beras yang dijual di supermarket di seluruh Jepang naik 13 yen per 5 kilogram, menurut data dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang. Ini merupakan harga tertinggi sejak pencatatan dimulai pada Maret 2022.
Pengetatan pasokan beras ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk suhu tinggi ekstrem musim panas lalu dan peningkatan permintaan akibat lonjakan pariwisata masuk (inbound tourism). Sebagai langkah stabilisasi, pemerintah memutuskan untuk melepaskan 312.000 ton beras dari cadangan nasional ke pasar.
Sc : JT







