Menu ✖

Dark Mode
Masashi Kishimoto Umumkan Manga Baru Naruto, Berjudul Naruto Shadow Rising Attack on Titan: The Musical Gelar Tur Dunia, Singapura Jadi Negara Pembuka pada 2027 Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan

News

Jepang Luncurkan Riset “Blue Carbon” untuk Serap CO2 Lewat Tanaman Laut

badge-check


					Jepang Luncurkan Riset “Blue Carbon” untuk Serap CO2 Lewat Tanaman Laut Perbesar

Pemerintah Jepang akan meluncurkan riset laut dalam tentang “blue carbon” atau karbon biru, yaitu upaya penyerapan karbon dioksida (CO2) melalui budidaya tanaman laut dan penyimpanannya di dasar laut, guna mempercepat langkah dekarbonisasi, menurut sumber yang mengetahui rencana ini pada Senin (20/5).

Pemerintah berharap tanaman laut ini dapat berperan besar dalam mengurangi dampak perubahan iklim, karena CO2 sangat mudah larut dalam air, dan tumbuhan laut tumbuh dengan menyerap CO2 yang telah larut tersebut. Tanaman di wilayah pesisir dan laut seperti mangrove dan rumput laut diketahui mampu menyerap dan menyimpan lebih banyak karbon dibandingkan vegetasi darat.

Karbon biru (blue carbon) merujuk pada karbon yang tertangkap dan akhirnya tersimpan di laut dalam setelah diserap oleh ekosistem laut melalui proses fotosintesis. Ini berbeda dengan karbon hijau (green carbon) yang disimpan dalam ekosistem darat seperti hutan.

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang akan menunjuk Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), perusahaan distribusi minyak besar Eneos Corp., serta pihak lainnya untuk mempelajari perilaku rumput laut saat tenggelam di laut dalam serta mengevaluasi dampak lingkungan dari proyek-proyek penyerapan dan penyimpanan karbon laut ini.

Meskipun emisi CO2 Jepang telah menurun berkat peningkatan energi terbarukan dan pengaktifan kembali reaktor nuklir, pemerintah tetap perlu meningkatkan upaya penyerapan karbon untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero) pada tahun 2050.

Saat ini Jepang sangat bergantung pada hutan untuk menyerap CO2, dengan sekitar 45 juta ton diserap pada tahun fiskal 2023. Namun kapasitas serapan hutan terus menurun akibat penuaan pohon-pohon yang ada.

“Jika kami bisa membuktikan teknologi untuk memfiksasi CO2 di dasar laut, ini bisa menjadi sumber penyerapan (CO2) yang signifikan,” ujar salah satu pejabat senior Kementerian Lingkungan Hidup.

Jepang menargetkan untuk menyerap 1 juta ton CO2 melalui teknologi karbon biru pada tahun fiskal 2035 dan meningkat menjadi 2 juta ton pada tahun fiskal 2040. Sebagai perbandingan, pada tahun fiskal 2023, tanaman pesisir hanya mampu menyerap sekitar 34 ton CO2.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News