Pemerintah Jepang mulai menerapkan skema subsidi bensin terbaru pada Kamis (16 Mei 2025), dengan tujuan menurunkan harga sebesar 10 yen (sekitar Rp1.050) per liter guna meringankan beban hidup masyarakat menjelang pemilu parlemen yang akan datang.
Di bawah skema sebelumnya yang diperkenalkan pada Januari 2022, pemerintah memberikan subsidi kepada para distributor grosir agar harga bensin reguler tetap sekitar 185 yen per liter. Namun dalam sistem baru ini, pemerintah akan memberikan bantuan tetap, terlepas dari harga pasar saat itu, yang belakangan memang telah turun di bawah angka patokan tersebut.
Pada minggu pertama, subsidi akan menurunkan harga grosir bensin sebesar 7,40 yen per liter, yang diperkirakan akan memberi dampak penurunan harga efektif sebesar 5 yen dibanding minggu sebelumnya, setelah mempertimbangkan fluktuasi harga minyak mentah.
Pemerintah menargetkan penurunan tambahan sebesar 1 yen setiap minggu, hingga mencapai penurunan total 10 yen per liter pada pertengahan Juni.
Penurunan harga ini diperkirakan baru akan terasa di pompa bensin dalam 2–3 minggu, tergantung pada ketersediaan stok.
Meskipun belum ditentukan tanggal akhir untuk program ini, pemerintah telah mengalokasikan sekitar 1 triliun yen, yang diperkirakan cukup untuk menjalankan subsidi ini hingga akhir Maret 2026.
Langkah ini diambil menjelang pemilihan anggota Majelis Tinggi (House of Councillors) yang dijadwalkan berlangsung musim panas ini.
Sc : KN







