Menteri Pertanian Jepang yang baru, Shinjiro Koizumi, mengatakan dalam sebuah program TV pada Jumat malam bahwa pemerintah berencana menjual beras cadangan nasional langsung ke pengecer melalui kontrak langsung, dengan harga target sekitar 2.000 yen (sekitar Rp186.000) untuk 5 kilogram.
Koizumi menambahkan bahwa beras cadangan ini diperkirakan akan mulai tersedia di toko-toko paling cepat bulan Juni, menyusul kritik yang berkembang bahwa pemerintah gagal menahan lonjakan harga beras, yang telah membebani rumah tangga di tengah inflasi yang terus melampaui pertumbuhan upah.
Koizumi, yang resmi menjabat pada hari Rabu setelah pendahulunya mengundurkan diri karena komentar kontroversial soal hadiah beras dari para pendukungnya, berkomitmen untuk melewati sistem lelang yang selama ini membatasi kendali pemerintah atas harga, dan langsung menjual beras kepada pengecer.
Pemerintahan Perdana Menteri Shigeru Ishiba diperkirakan akan memulai proses kontrak langsung pada hari Senin, sembari mengeksplorasi penjualan daring (online) untuk memperluas distribusi beras murah ini secara nasional.
Sebelumnya pada hari Jumat, Koizumi bertemu dengan Chairman dan Presiden Rakuten Group, Hiroshi Mikitani, untuk membahas kemungkinan penjualan online. Setelah pertemuan, Mikitani menyatakan kepada media, “Kami ingin secara aktif mempertimbangkan untuk ikut serta dalam kontrak ini.”
Harga rata-rata beras di supermarket Jepang telah mencapai rekor tertinggi 4.268 yen per 5 kilogram pada awal Mei, hampir dua kali lipat dari tahun lalu, sebagian besar karena panen yang buruk dan lonjakan permintaan dari wisatawan asing yang memicu tren konsumsi makanan berbasis beras.
Data resmi yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa harga beras mencetak rekor baru untuk bulan ketujuh berturut-turut pada April, naik 98,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, indeks harga konsumen inti naik 3,5 persen pada bulan yang sama.
Pemerintah berencana melepas 300.000 ton beras cadangan pada tahap awal, dan siap menambah pasokan bila diperlukan. Koizumi juga menyatakan niatnya untuk mempublikasikan harga eceran beras mingguan berdasarkan wilayah serta mengkaji jalur distribusinya.
Namun, para analis memperingatkan bahwa belum pasti apakah langkah ini akan menurunkan harga secara keseluruhan, mengingat permintaan tahunan domestik Jepang mencapai sekitar 6,7 juta ton, sedangkan jumlah cadangan pemerintah masih terbatas.
Sc : mainichi







