Menu ✖

Dark Mode
One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto

News

Biomassa Indonesia Raup Transaksi Rp1,04 Triliun di Osaka, Jepang

badge-check


					Biomassa Indonesia Raup Transaksi Rp1,04 Triliun di Osaka, Jepang Perbesar

Produk biomassa Indonesia, yakni cangkang inti sawit (palm kernel shell/PKS) dan pelet kayu (wood pellet), berhasil membukukan transaksi senilai Rp1,04 triliun pada Forum Bisnis yang menjadi bagian dari rangkaian Misi Dagang Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Osaka, Jepang.

Dalam kegiatan yang berlangsung pekan lalu itu, sejumlah perusahaan Jepang menandatangani komitmen untuk mengimpor 640 ribu ton PKS dan wood pellet dari Indonesia. Biomassa tersebut akan digunakan sebagai sumber energi terbarukan untuk mendukung target net zero emission Jepang pada 2050.

“Jepang telah menetapkan target penjualan kendaraan penumpang baru menjadi kendaraan listrik pada 2035. Industri mobil di Jepang pun harus beralih ke energi terbarukan guna mendukung transisi ini dan menekan emisi gas rumah kaca,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, Minggu (16/6/2025).

Puntodewi menjelaskan, produk energi terbarukan turunan sawit  seperti PKS, tandan buah kosong (EFB), dan batang kelapa sawit (oil palm trunk) — serta wood pellet memiliki emisi gas yang rendah. Setiap ton PKS yang digunakan sebagai bahan bakar pabrik dapat mengurangi emisi CO₂ hingga 0,94 ton.

Produksi PKS nasional saat ini mencapai sekitar 14 juta ton, dengan 35% diekspor. Jepang menjadi pasar utama dengan volume ekspor PKS mencapai 4,5 juta ton per tahun. Pada 2025–2026, permintaan biomassa Jepang diperkirakan naik menjadi 7 juta ton per tahun, menjadikan PKS dan wood pellet sebagai komoditas andalan.

Selain sebagai bahan bakar pembangkit listrik rendah emisi, PKS juga bermanfaat untuk bahan arang aktif, yang digunakan dalam pemurnian air, pembersihan udara, hingga pemulihan pelarut industri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Energi Biomassa Indonesia (Aprebi), Dikki Akhmar, yang turut hadir pada kegiatan business matching, mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) oleh pemerintah Jepang.

Ia juga mendorong agar sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) lebih gencar disosialisasikan sebagai jaminan legalitas dan keberlanjutan produk biomassa hutan seperti wood pellet dan wood chip yang diekspor ke luar negeri.

“Tumbuhnya kesadaran terhadap aspek berkelanjutan dan ekonomi hijau membuat banyak negara berlomba menghadirkan produk ramah lingkungan. Inilah kesempatan emas bagi Indonesia untuk berinovasi mengembangkan energi terbarukan berkualitas dan berstandar global,” pungkas Dikki.

Sc : antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News