Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Permintaan Listrik Jepang Diprediksi Naik 40% pada 2050 Akibat Ledakan AI dan Data Center

badge-check


					Permintaan Listrik Jepang Diprediksi Naik 40% pada 2050 Akibat Ledakan AI dan Data Center Perbesar

Permintaan listrik di Jepang diperkirakan akan meningkat hingga 40% dibandingkan level tahun 2019 pada tahun 2050, terutama jika penggunaan kecerdasan buatan generatif (generative AI) semakin meluas dan mendorong pembangunan lebih banyak pusat data (data center). Hal ini diungkapkan oleh Organisasi Koordinasi Operator Transmisi Lintas Wilayah (OCCTO), sebuah badan industri yang mengatur pasokan dan permintaan listrik di seluruh Jepang, dalam sebuah laporan pada Rabu (26/6).

OCCTO memperingatkan bahwa kekurangan pasokan listrik bisa terjadi, bahkan jika reaktor nuklir dan pembangkit listrik termal tua dibangun ulang atau diganti.

Dalam laporannya, organisasi yang terdiri dari berbagai perusahaan listrik nasional ini mengajukan beberapa skenario untuk pasokan dan permintaan listrik pada tahun 2040 dan 2050.

Diperkirakan bahwa permintaan listrik akan naik menjadi antara 900 miliar hingga 1,1 triliun kilowatt-jam pada 2040, dan antara 950 miliar hingga 1,25 triliun kilowatt-jam pada 2050. Sebagai perbandingan, permintaan pada tahun 2019 adalah 880 miliar kilowatt-jam.

Meski perusahaan listrik berhasil mengganti pembangkit listrik nuklir dan termal lama dengan versi yang lebih baru, pasokan listrik diperkirakan tetap akan kekurangan hingga 23 juta kilowatt pada 2050.

Namun, jika perusahaan listrik gagal melakukan pembaruan tersebut, kekurangan pasokan bisa membengkak hingga 89 juta kilowatt.

OCCTO menyatakan bahwa mereka akan meninjau ulang skenario-skenario ini setiap tiga hingga lima tahun, dengan harapan dapat membantu perusahaan listrik dalam merencanakan pengembangan sumber daya energi mereka ke depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News