Menu ✖

Dark Mode
One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto

News

Permintaan Listrik Jepang Diprediksi Naik 40% pada 2050 Akibat Ledakan AI dan Data Center

badge-check


					Permintaan Listrik Jepang Diprediksi Naik 40% pada 2050 Akibat Ledakan AI dan Data Center Perbesar

Permintaan listrik di Jepang diperkirakan akan meningkat hingga 40% dibandingkan level tahun 2019 pada tahun 2050, terutama jika penggunaan kecerdasan buatan generatif (generative AI) semakin meluas dan mendorong pembangunan lebih banyak pusat data (data center). Hal ini diungkapkan oleh Organisasi Koordinasi Operator Transmisi Lintas Wilayah (OCCTO), sebuah badan industri yang mengatur pasokan dan permintaan listrik di seluruh Jepang, dalam sebuah laporan pada Rabu (26/6).

OCCTO memperingatkan bahwa kekurangan pasokan listrik bisa terjadi, bahkan jika reaktor nuklir dan pembangkit listrik termal tua dibangun ulang atau diganti.

Dalam laporannya, organisasi yang terdiri dari berbagai perusahaan listrik nasional ini mengajukan beberapa skenario untuk pasokan dan permintaan listrik pada tahun 2040 dan 2050.

Diperkirakan bahwa permintaan listrik akan naik menjadi antara 900 miliar hingga 1,1 triliun kilowatt-jam pada 2040, dan antara 950 miliar hingga 1,25 triliun kilowatt-jam pada 2050. Sebagai perbandingan, permintaan pada tahun 2019 adalah 880 miliar kilowatt-jam.

Meski perusahaan listrik berhasil mengganti pembangkit listrik nuklir dan termal lama dengan versi yang lebih baru, pasokan listrik diperkirakan tetap akan kekurangan hingga 23 juta kilowatt pada 2050.

Namun, jika perusahaan listrik gagal melakukan pembaruan tersebut, kekurangan pasokan bisa membengkak hingga 89 juta kilowatt.

OCCTO menyatakan bahwa mereka akan meninjau ulang skenario-skenario ini setiap tiga hingga lima tahun, dengan harapan dapat membantu perusahaan listrik dalam merencanakan pengembangan sumber daya energi mereka ke depan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News