Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Survei: 35% Orang Tua di Jepang Pernah Pertimbangkan Mundur dari Pekerjaan karena Anak

badge-check


					Survei: 35% Orang Tua di Jepang Pernah Pertimbangkan Mundur dari Pekerjaan karena Anak Perbesar

Sebuah survei terhadap orang tua di Jepang menunjukkan bahwa banyak dari mereka mempertimbangkan untuk mengundurkan diri atau bahkan benar-benar berhenti dari pekerjaan karena alasan pengasuhan anak. Survei ini dilakukan oleh penyedia informasi lowongan kerja Mynavi pada Februari 2025, dengan target 800 pria dan wanita berusia 20 hingga 49 tahun yang bekerja penuh waktu atau sebagai pegawai negeri, serta memiliki anak di bawah usia sekolah dasar.

Dari responden yang menyatakan bahwa mereka telah mengundurkan diri atau mempertimbangkan untuk melakukannya, 41,3% adalah wanita yang sedang membesarkan anak kedua atau berikutnya, sementara 38% adalah wanita yang baru pertama kali menjadi ibu. Sementara itu, 33,3% pria yang sudah memiliki anak sebelumnya pernah mengundurkan diri atau mempertimbangkannya, dibandingkan dengan 18% dari mereka yang baru menjadi ayah. Secara keseluruhan, 35% responden pernah setidaknya mempertimbangkan untuk berhenti bekerja, mencerminkan sulitnya menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan bagi pria maupun wanita.

Saat ditanya apa yang mereka butuhkan untuk bisa bekerja secara ideal sambil membesarkan anak, jawaban paling umum dari pria dan wanita adalah memiliki hari libur di akhir pekan. Di kalangan wanita, jawaban kedua yang paling umum adalah memiliki lingkungan kerja yang mendukung saat ingin mengambil cuti karena kehamilan atau merawat anak.

Ada perbedaan besar antara pria dan wanita dalam jumlah hari cuti pengasuhan anak yang diambil. Sekitar 60% wanita mampu mengambil cuti lebih dari satu tahun, sedangkan sekitar 70% pria hanya bisa mengambil cuti kurang dari tiga bulan. Sekitar separuh dari pria yang disurvei menyatakan mereka sebenarnya ingin mengambil cuti lebih dari tiga bulan. Hasil survei ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara harapan ideal dan realitas yang dihadapi para orang tua di Jepang.

Sc : Nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News