Menu

Dark Mode
Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban Sekuel “Godzilla Minus One” Resmi Diumumkan, Berlatar 1949 dan Tayang 2026 Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan Witch and Mercenary” Resmi Jadi Anime, Tayang 2027 di TV Jepang

News

Jepang Catat Rekor Suhu 41,8 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah di Gunma

badge-check


					Jepang Catat Rekor Suhu 41,8 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah di Gunma Perbesar

Jepang mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah sebesar 41,8 derajat Celsius pada Selasa (5 Agustus), mendorong pemerintah untuk mengimbau warga tetap di dalam ruangan serta menjanjikan langkah-langkah untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap hasil panen padi.

Kota Isesaki di Prefektur Gunma mencatat rekor tersebut, melampaui suhu tertinggi sebelumnya yaitu 41,2 derajat Celsius yang dicatat minggu lalu di kota Tamba, Prefektur Hyogo, menurut Badan Meteorologi Jepang.

Di Tokyo, suhu tertinggi hari itu tercatat 40,4 derajat Celsius di Kota Ome.

“Hari ini panasnya membunuh,” ujar Takeshi Ishikawa, 63 tahun, seorang pekerja pabrik mobil yang sedang mengisi botol air di taman pusat kota Tokyo.

Lebih dari 53.000 orang telah dilarikan ke rumah sakit akibat heatstroke (serangan panas) selama musim panas ini, menurut data dari Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana.

Rata-rata suhu di seluruh Jepang terus meningkat setelah mencatat rekor tertinggi pada bulan Juli tiga tahun berturut-turut. Di saat yang sama, wilayah timur laut di sepanjang Laut Jepang mengalami hujan sangat minim, memicu kekhawatiran terhadap hasil panen padi.

Suhu tinggi juga menyebabkan ledakan populasi serangga pengisap hama (stink bug) di beberapa daerah penghasil padi. Padahal, pemerintah akan mengadopsi kebijakan baru untuk meningkatkan produksi beras guna mencegah kekurangan di masa depan.

“Kita harus bertindak cepat dan dengan rasa krisis untuk mencegah kerusakan akibat suhu tinggi,” ujar Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi dalam konferensi pers. Ia mengatakan pemerintah akan memberikan dukungan untuk pengendalian hama dan penanggulangan kekeringan.

Gelombang panas ekstrem pada 2023 sebelumnya telah merusak kualitas beras, menyebabkan kelangkaan tajam tahun lalu yang diperparah oleh kesalahan pemerintah dalam membaca kondisi pasokan dan permintaan. Hal ini memicu lonjakan harga beras secara nasional dan menciptakan krisis pangan di Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik

17 April 2026 - 10:10 WIB

Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban

17 April 2026 - 09:42 WIB

Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

16 April 2026 - 14:10 WIB

Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

16 April 2026 - 11:10 WIB

Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang

16 April 2026 - 06:44 WIB

Trending on News