Akademisi Buat Petisi Desak Pemerintah Jepang Agar Buka Kembali Penerbitan Visa Baru Bagi Pelajar Asing

@‚Q‚P“úA•Äƒjƒ…[ƒˆ[ƒN‘—ÌŽ–ŠÙ‚ŁA“ú–{‘ÛŠî“‹³‘åŠwà’c‚̃|[ƒ‹EƒwƒCƒXƒeƒBƒ“ƒOƒXŽi¶j‚©‚ç—v–]‘‚ðŽó‚¯Žæ‚éŽR–ì“àŠ¨“ñ‘—ÌŽ–i“¯à’c’ñ‹ŸE‹¤“¯j

Sebanyak lebih dari 650 akademisi mahasiswa dari berbagai Universitas di Amerika, Inggris, Jepang dan beberapa negara lain telah meminta kepada pemerintah Jepang melalui petisi untuk melanjutkan penerbitan visa baru bagi pelajar dan peneliti asing usai ditangguhkan akibat adanya pandemi.

Sekelompok akademisi yang dikepalai oleh mahasiswa bernama Paul Hastings telah mengajukan kepada konsulat Jenderal Jepang di AS, karena dengan adanya larangan visa tersebut mengikis hubungan global dan juga institusi pendidikan Jepang.

“Sementara Jepang yang telah mulai mengirimkan mahasiswa dan penelitinya ke luar namun negara tersebut tak menerima mahasiswa dan peneliti dari luar negeri. Kurangnya timbal balik akan merusak kemitraan yant telah dibangun antara universitas di Jepang dan sekolah di negara lain” ucap Paul Hastings.

Petisi yang dibuat tersebut merupakan gabungan dari berbagai institusi universitas ternama seperti Harvard University, Princeton University, Columbia University Kyoto University, Keio University,  Cardiff University dan lain sebagainya.

Dalam konferensi pers dengan media, Paul Hasting juga menyebut saat ini Jepang adalah satu-satunya negara yang tertinggal dari G7 yang belum mengeluarkan kebijakan penerbitan visa baru bagi pelajar asing.

Sejak Januari lalu, Jepang telah memblokir pengajuan visa baru bagi pelajar asing kecuali bagi mereka yang diberikan beasiswa oleh pemerintah akibat adanya pandemi corona.

Menurut petisi tersebut, banyak siswa asing yang telah membatalkan  belajar di Jepang dan lebih memilih negara lain yang membuka kesempatan untuk belajar. Jika dibiarkan hal ini tentu akan berdampak buruk bagi hubungan kemitraan lembaga pendidikan di Jepang terhadap siswa internasional.

Source : KN