Akhirnya! Pemerintah Jepang Setujui Perlonggar Akses Masuk Bagi Perjalanan Bisnis, Pelajar dan Pemagangan

Pemerintah Jepang telah resmi menyutujui pelonggaran akses masuk bagi perjalanan bisnis, pelajar dan pemagangan namun pembatasan bagi wisatawan asing masih berlaku.

Langkah ini akan mulai efektif pada 8 November dan mereka yang akan memasuki Jepang harus mengantongi sertifikasi vaksinasi dan menjalani karantina mandiri sesuai yang ditetapkan aturan pemerintah.

Bagi lembaga pengirim diwajibkan bertanggung jawab dan memantau bagi setiap peserta atas segala tindakan mereka di Jepang.

Sejak Januari lalu, pemerintah Jepang telah menutup akses bagi kedatangan orang asing selain kepentingan tertentu demi mencegah penyebaran virus dari luar negeri.

Masa karantina mandiri yang diberlakan selama 14 hari dapat diperpendek jika para pendatang bisa menunjukan sertifikasi vaksin yang telah disahkan pemerintah Jepang dengan masa karantina yang lebih pendek.

Masa karantina mandiri bagi pelajar dan pemagangan juga akan dikurangi dari yang semula 14 hari menjadi 10 hari.

Meski begitu, bagi negara-negara yang dianggap masih beresiko terhadap varian baru virus corona tidak akan dimasukan dalam langkah pelonggaran ini.

Menurut data keimigrasian Jepang, saat ini ada sebanyak 370.000 lebih yang terdiri dari pelajar dan peserta pemagangan telah mengantongi izin memasuki Jepang namun belum hingga kini belum juga melakukannya karena adanya pembatasan virus.

Selain itu, pemerintah Jepang juga akan meningkatkan kuota harian pendatang dari luar negeri yang semula 3500 menjadi 5000 orang perhari.

Source : asahi