Amerika Cabut Aturan Pembatasan Impor Bahan Makanan dari Fukushima Jepang

Pemerintah Amerika telah resmi mencabut larangan terkait dengan impor bahan makanan dari Jepang usai diberlakukan sejak bencana nuklir Fukushima di tahun 2011.

Sejak 2011 Amerika membatasi impor produk makanan dari 14 Prefektur di Jepang termasuk Fukushima yang dikhawatirkan terkontaminasi radioaktif.

14 Prefektur diantaranya adalah Aomori, Iwate, Miyagi, Yamagata, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Chiba, Niigata, Yamanashii, Fukushima dan Shizuoka

Sebelum aturan tersebut diberlakuan, produk pertanian yang sering menjadi bahan ekspor ke Amerika adalah beras dan juga jamur shitake.

Data kementerian mengatakan bahwa Amerika adalah target terbesar ekspor bahan makanan setelah China dan Hongkong.

Menurut Kementerian Kehutanan, Pertanian, dan Perikanan Jepang mengatakan bahwa pembatasan juga akan dicabut di Uni Eropa.

Pencabutan pembatasan impor Amerika ini membuat jumlah negara yang melakukan pembatasan terhadap ekspor bahan makanan Jepang negara di dunia turun menjadi 14 negara saja.

Usai diguncang gempa berkekuatan 9.0M tahun 2011 hingga menyebabkan tsunami besar  dan hancurnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima membuat banyak negara di dunia enggan menerima produk bahan makanan impor dari Jepang karena dikhawatirkan terkontaminasi radioaktif.

Pencabutan aturan impor AS ini juga berdampak baik bagi petani khususnya di Fukushima untuk mendapat kembali kepercayaan dari luar negeri untuk pasokan bahan makanan.

Source : KN