Anggota G7 Siap Dukung Jepang Dalam Mengungkap Kasus Penculikan Tahun 1977 oleh Korea Utara

Negara keanggotan G7 sepakat untuk membantu Jepang dan bekerja sama terkait dengan pengungkapan kasus penculikan WN Jepang di Korea Utara pada tahun 1977 yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Kabar tersebut diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Jepang usai PM Yoshihide Suga menggelar KTT dengan sejumlah kepala negara anggota G7.

PM Suga menyebut bahwa prioritas utama mereka adalah mengembalikan korban penculikan kepada keluarganya adalah prioritas utama dan hal tersebut disetujui oleh para pemimpin anggota negara G7.

KTT yang berlangsung selama 3 hari tersebut membahas mengenai bagaimana peran negara maju termasuk pada penanggulangan penyebaran virus corona dan juga meningkatnya ketegangan agresi militer China.

Megumi Yokota dan 17 warga negara Jepang lainnya serta lebih dari 500 warga sipil Korea Selatan telah menjadi korban penculikan Korea Utara pada tahun 1977-an kabarnya untuk melatih bahasa untuk mata-mata di Korea Utara.

Pada tahun 2002, Korea Utara mengakui atas kasus penculikan tersebut. Tahun 2004, pihak Korea Utara mengatakan bahwa Megumi dan 5 warga Jepang lainnya dinyatakan meninnggal dan mengembalikan jasad mereka. Namun usai di tes DNA menyatakan bahwa jasad tersebut bukan milik Megumi.

Hingga kini kasus tersebut tak kunjung usai dan pihak Korea Utara yang tidak mau terbuka terkait dengan masalah penculikan ini.

Source : KN