Antisipasi China, Jepang Akan Tingkatkan Kemampuan Pertahanan

Japan's Prime Minister Fumio Kishida speaks during the annual memorial ceremony at the Hiroshima Peace Memorial Park in Hiroshima on August 6, 2022, to mark 77 years since the world's first atomic bomb attack. (Photo by JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT

Peringatan 77 tahun  kejadian kelam sejarah Hiroshima yang dijatuhi bom atom resmi digelar pada Sabtu pekan lalu dengan dihadiri sejumlah pejabat Jepang dan juga Sekjen PBB Antonio Gueterres.

Hiroshima nantinya akan menjadi tuan rumah KTT G7 tahun depan. PM Kishida menyampaikan bahwa momen perdamaian ini, Jepang akan tetap berkomitmen untuk bersatu melindungi perdamaian.

Dalam konstitusi yang ditulis pada kekalahan Jepang tahun 1945, disebutkan bahwa rakyat Jepang tak selamanya tidak akan berperang sebagai hak berdaulat bangsa. Namun ancaman perang kini semakin mendekati Negeri Sakura tersebut.

Ketegangan antara China dan Taiwan belakangan ini membuat China mengerahkan militernya untuk menggelar latihan berskala besar di sekitaran Taiwan bahkan China juga telah menembakan 5 rudal balitisknya ke Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.

Saat pidato di upacara mengenang bom Hiroshima, PM Fumio Kishida mengatakan bahwa pemerintah harus menanggapi serius krisis di Taiwan dan Ukraina.

Dalam pidato tersebut, PM Kishida mengatakan bahwa pemerintah akan secara drastis memperkuat pertahanan.

“Kami akan secara drastis memperkuat kemampuan pertahanan kami” ucap PM Kishida.

Source : voa