Atasi Cyberbullying, Jepang Akan Bikin Hukuman Pelaku Penghinaan Online Masuk Penjara

Jepang kini tengah membuat rencana untuk memperkenalkan hukuman penjara sebagai langkah yang diambil untuk hukuman yang lebih berat terhadap kasus penghinaan online diitengah meningkatnya kasus cyberbullying.

Dalam rencana tersebut juga memungkinkan terdakwa untuk dipakaikan perangkat GPS selama jaminan masa kasus belum selesai mencegah terdakwa melarikan diri ke luar negeri.

Sebelumnya, kasus perundungan online menjadi perhatian serius bagi pemerintah usai adanya kematian dari  aktris Hana Kimura yang mendapat perundungan online hingga memutuskan untuk bunuh diri pada Mei 2020.

2 Pria yang telah divonis bersalah atas kematian Hana Kimura masing-masing didenda 9.000 JPY namun aktivis menilai bahwa hukuman tersebut terlalu ringan.

Saat ini, hukuman perundungan online yag berlaku tersebut hanya penahanan kurang dari 30 atau pun denda kurang dari 10.000 JPY namun perencanaan hukuman tersebut diperberat dengan hukuman penjara hingga 1 tahun dan denda hingga 300.000 JPY untuk memberikan efek jera.

Tak tanggung-tanggung, usulan dari Kementerian Kehakiman malah akan memperpanjang masa penahanan hukuman dari 1 tahun menjadi 3 tahun.

Perencanaan pemasangan GPS pada terdakwa ditujukan untuk mencegah terdakwa dilarang memasuki bandara atau pun pelabuhan selama masa kasus belum selesai. Jika terdakwa memindahkan perangkat GPS maka bisa kena hukuman tambahan hingga 1 tahun penjara.

Source : mainichi