Atlet Paralimpiade Wanita asal Afghanistan Minta Bantuan Agar Segera Diberangkatkan ke Jepang

Atlet wanita asal Afghanistan bernama Zakia Khudadadi membuat sebuah video terbuka memohon bantuan agar segera diberangkatkan ke Jepang ditengah kondisi negaranya yang tengah kacau usai Taliban merebut kekuasaan di negara tersebut.

Bandara Afghanistan yang dipadati oleh warga yang ingin lari dari negara tersebut.

Khudadadi, atlet berusia 23 tahun dijadwalkan akan ikut berkompetisi di Tokyo Paralimpiade di cabang olahraga Taekwondo.

Ia mengatakan bahwa kini kondisi negaranya saat ini membuatnya seperti dipenjara dalam negara sendiri.

“Saya bahkan tak bisa ke luar rumah dengan percaya diri untuk membeli barang saya sendiri atau pun untuk berlatih. Saya seorang wanita Afghanistan meminta untuk membantu saya. Niat saya adalah untuk berpartisipasi dalam Paralimpiade Tokyo 2020.” ucap Khudadadi.

Khudadadi lahir tanpa tangan kanan yang masih berfungsi penuh dan turut berpartisipasi dalam cabang olahraga bela diri taekwondo.

Sejak Selasa lalu, Taliban membuat konferensi pers agar mengizinkan perempuan berpartisipasi dalam pemerintahan asal tetap menjalankan syariat islam. Sebelumnya ketika tahun 1990 ketika mereka berkuasa membuat aturan pembatasan ketat terhadap kaum wanita.

Sejak pasukan AS yang menarik diri dari Afghanistan membuat negara tersebut kacau hingga presiden Afghanistan Ashraf Gani kabur ke Tajikistan karena kekuasaan telah direbut oleh kelompok militan Taliban.