Banyak Kritikan Masuk, Jepang Akan Perlonggar Pekerja dan Pelajar Asing Masuk Secara Bertahap Mulai Bulan Ini

Pemerintah Jepang dikabarkan akan segera melongarkan aturan pembatasan masuk bagi pendatang dengan kepentingan bisnis, pekerja dan pelajar dari luar negeri dimana keputusan ini rencananya paling cepat akan diumumkan pekan depan.

Pelonggaran pembatasan ini akan dilakukan secara bertahap dengan mulai menerima lebih dari 1000 orang perhari dan akan ditingkatkan kapasitasnya bergantung pada situasi dan kondisi.

Kontrol pembatasan yang ketat telah diberlakukan pemerintah Jepang sejak akhir November lalu membuat pemerintah memutuskan untuk memberlakukan pengetatan masuk dan diperpanjang hingga akhir Februari bulan ini.

Lembaga pengirim diharuskan mengawasi setiap peserta di bawah sponsor mereka ketika memasuki Jepang dengan harus mengasingkan diri saat awal masuk.

Dilansir dari media JapanTimes dan Nikkei, pemerintah akan memprioritaskan peneliti dan insinyur serta pekerja yang memberikan kepentingan umum bagi negara tersebut.

Selain itu, pemerintah juga berencana akan mengurangi periode masa karantina saat pendatang dari luar negeri tiba kurang dari 7 hari. Pendatang diminta mendapatkan vaksin booster yang telah diuji.

Pemerintah sendiri juga akan menyederhanakan berkas persyaratan bagi pendatang untuk masuk ke negaranya tersebut.

Sebelumnya, Jepang memang mendapat banyak kritik setelah memberlakukan pembatasan masuk dari luar negeri dari banyak pihak usai saat ini melihat kasus varian omicron di negara tersebut melonjak.

Selain itu, Jepang adalah satu-satunya dari organisasi negara maju lain yakni G7 yang masih memberlakukan pembatasan akses masuk dari luar negeri secara ketat dan bahkan dinilai berlebihan bagi banyak pihak.

Beberapa waktu lalu, cendekiawan dari program studi bahasa Jepang di salah satu universitas di Inggris mengatakan bahwa pengetatan pembatasan masuk dari pemerintah Jepang dapat menurunkan minat orang asing untuk datang ke sana.

Source : AN, JT