Beberapa Perusahaan di Jepang Kini Mulai Ujicoba Memakai Sistem Kecerdasan Buatan untuk Perekrutan

Saat pandemi corona menyerang Jepang banyak perusahaan Jepang menggunakan wawancara dan seminar online untuk merekrut karyawan karena tidak bisa bertemu secara langsung. Namun dengan teknologi yang kian pesat saat ini beberapa perusahaan di Jepang telah mempercayakan perekrutan karyawan melalui teknologi AI.

Dengan memakai teknologi tentu akan mempermudah serta menghemat waktu dalam perekrutan. Namun, terlepas dari hal tersebut, sistem AI ini juga menuai kontra karena kekhawatiran dapat menghasilkan keputusan yang tidak tepat karena terlalu mengandalkan sistem.

Salah satu perusahaan yang menerapkan sistem AI dalam perekrutan adalah Softbank Corp. Mereka mengatakan sistem AI ini membantu memangkas total waktu kerja hingga 75%. Dalam teknisnya, para pelamar diharuskan membuat sebuah video pendek yang dikirim ke perusahaan selanjutnya  AI yang akan menilai video tersebut.

Namun, direktur rekrutmen Softbank Tomoko Sugihara mengatakan mereka tidak 100% mengandalkan sistem AI tersebut.

Pada teknisnya beberapa perusahaan menerapkan sistem yang berbeda. Ada yang menggunakan wawancara dengan chatbot dan dinilai berdasarkan peringkat dengan pelamar lain, ada juga yang mengirimkan video dan data pribadi dan AI yang akan mengklasifikasi data tersebut dan lain sebagainya.

Salah seorang profesor dan pengamat Bisnis Shinji Kawakami mengatakan beberapa perusahaan sudah mulai tertarik menggunakan sistem AI untuk menganalisis dan mengumpulkan data seperti ini sebelum adanya pandemi seperti sekarang. Pandemi memicu perusahaan untuk terus mengefisiensi kerja agar semakin maksimal.

Teknologi semacam ini juga akan membantu perusahaan yang sangat memakan waktu untuk melihat surat pelamar yang akan bekerj apalagi ditengah musim kelulusan siswa yang akan membludak untuk mencari pekerjaan.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here