Canggih! Pertanian di Jepang Kini Mulai Gandeng Teknologi Perusahaan Startup Di Tengah Pandemi

Sektor pertanian Jepang memang terus mengalami penurunan dimana kaum generasi muda yang ingin bekerja di perkantoran.  Bagaimana pun juga, petani akan tetap menjadi penopang pangan masyarakat.

Kini tak mau kalah dengan generasi digital, pertanian di Jepang mulai gunakan teknologi agar bisa mendekatkan diri kepada konsumen.

 “Sejumlah petani kehilangan penjualan mereka ke restoran akibat adanya pandemi dan mulai beralih ke aplikasi untuk menjual produk mereka. “ ucap CEO Pocket Marche Hiroyuki Takahashi.

Hasil produk pertanian tersebut kini dijual dalam aplikasi sehingga konsumen bisa memesan tanpa perlu lagi keluar rumah untuk berbelanja.

Saat situasi corona di Jepang memburuk, aplikasi tersebut menjadi salah satu solusi banyak orang hingga membuat user baru bertambah hingga 300.000 user yang tadinya hanya 5000 user saja.

Aplikasi tersebut bisa mempertemukan antara pembeli dan petani.

Selain itu, kurangnya minat generasi milenial terhadap pertanian, membuat sektor pertanian juga harus merangkul teknologi.

Dengan adanya aplikasi tersebut juga akan meningkatkan hasil panen dan pendapatan karena petani bsa langsung berkontak dengan konsumen.

Menurut Kementerian Pertanian Kehutanan dan Perikanan, masyarakat Jepang yang berprofesi sebagai petani telah turun sejak tahun 2000-an dimana ketika tahun 2000 ada sebanyak 2,4 juta yang berprofesi sebagai petani dan di tahun 2020 turun menjadi 1,36 juta.

Menurut seorang pakar pertanian Yasufumi Miwa mengatakan bahwa jika penurunan angka petani akan berdampak serius bagi ketahanan pangan negara untuk itu perlu adanya gandengan teknologi dan otomatisasi.

Source : KN