Salah satu kesalahan paling sering saat liburan ke Jepang adalah bawa baju terlalu banyak atau sebaliknya, terlalu sedikit sampai harus panik laundry. Padahal, dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa traveling nyaman tanpa koper penuh dan tanpa stres soal pakaian.
Artikel ini akan bantu kamu menentukan jumlah baju ideal untuk trip ke Jepang, disesuaikan dengan durasi, musim, dan gaya traveling orang Indonesia.
1. Pahami Pola Liburan di Jepang: Jalan Kaki & Aktif
Sebelum hitung jumlah baju, pahami dulu realitanya:
-
Jalan kaki bisa 10.000–20.000 langkah per hari
-
Banyak naik turun tangga stasiun
-
Tubuh lebih cepat berkeringat atau lelah
Artinya, 1 hari = 1 set baju utama hampir selalu dibutuhkan. Tapi bukan berarti harus bawa baju sebanyak hari liburan.
2. Gunakan Rumus Dasar: Durasi Trip – 1 atau – 2
Sebagai patokan aman:
-
Trip 3 hari → bawa 3 set
-
Trip 5 hari → bawa 3–4 set
-
Trip 7 hari → bawa 4–5 set
-
Trip 10 hari → bawa 5–6 set
Kenapa?
-
Jepang punya laundry coin yang mudah ditemukan
-
Banyak baju bisa dipakai ulang (outer, celana tertentu)
👉 Laundry 1 kali = hemat 2–3 set baju
3. Prioritaskan Mix & Match, Bukan Ganti Gaya
Kesalahan umum:
-
Setiap hari outfit beda total
-
Banyak atasan tapi susah dipadukan
Strategi cerdas:
-
Pilih warna netral (hitam, putih, navy, beige)
-
Atasan bisa dipakai ulang
-
1 celana untuk 2 hari (jika tidak terlalu kotor)
👉 Orang Jepang sendiri sering pakai outfit mirip tiap hari—jadi nggak perlu khawatir terlihat “itu-itu saja”.
4. Perhitungan Ideal Berdasarkan Jenis Pakaian
Atasan
-
1 per hari (bisa dikurangi kalau ada laundry)
-
Pilih bahan cepat kering
Bawahan
-
Celana panjang: 2–3 pcs untuk 7 hari
-
Rok/shorts (jika musim panas): opsional
Inner / Kaos Dalam
-
Wajib 1 per hari
-
Jangan dikurangi
Piyama
-
1 set cukup
-
Banyak hotel Jepang menyediakan piyama
5. Outer Jangan Terlalu Banyak
Outer sering jadi sumber koper penuh.
Idealnya:
-
Musim dingin: 1 jaket utama + 1 inner hangat
-
Musim semi/gugur: 1 outer ringan
-
Musim panas: 1 outer tipis (anti AC)
👉 Outer jarang dicuci dan dipakai hampir setiap hari.
6. Sesuaikan Jumlah Baju dengan Musim
Musim Panas (Juni–Agustus)
-
Kaos lebih banyak
-
Bahan menyerap keringat
-
Bisa perlu ganti 2x sehari (tapi tidak harus dibawa semua)
Musim Dingin (Desember–Februari)
-
Fokus layering, bukan jumlah
-
Inner heattech lebih penting dari kaos banyak
Musim Semi & Gugur
-
Paling fleksibel
-
Jumlah baju bisa paling minimal
7. Jangan Lupa: Baju Bisa Beli di Jepang
Kalau ragu:
-
Uniqlo, GU, Muji ada di mana-mana
-
Harga sering lebih murah dari Indonesia
-
Ukuran Asia cocok
👉 Lebih aman bawa sedikit, beli kalau kurang, daripada bawa kebanyakan.
8. Tanda Kamu Bawa Baju Terlalu Banyak
-
Koper susah ditutup
-
Banyak baju “jaga-jaga”
-
Ada outfit yang fungsinya mirip semua
Kalau iya, itu tanda perlu dikurangi.
Menentukan jumlah baju ideal untuk trip ke Jepang bukan soal gaya, tapi soal kenyamanan dan efisiensi. Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa liburan lebih ringan, lebih fleksibel, dan tetap nyaman tanpa koper penuh.










