Menu

Dark Mode
Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang Dua Perempuan dan Satu Pria Tewas di Hikone, Jepang! Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama Polisi Ibaraki Tangkap 23 WNA Ilegal, 19 Diantaranya Warga Indonesia Setelah 70 Tahun, Jepang Pertimbangkan Aturan Sanksi untuk Pria Hidung Belang Didorong Lansia, Perempuan, dan Pekerja Asing, Angkatan Kerja Jepang Catat Rekor 70 Juta Orang pada 2025

TRAVEL

Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang

badge-check


					Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang Perbesar

Banyak orang Indonesia pulang dari Jepang bukan cuma bawa foto dan oleh-oleh, tapi juga kaki pegal, lutut nyeri, bahkan jatuh sakit. Salah satu penyebab utamanya bukan cuaca atau makanan, tapi pace jalan kaki yang terlalu dipaksakan.

Di Jepang, hampir semua aktivitas melibatkan jalan kaki—dari stasiun, pindah peron, naik turun tangga, sampai keliling area wisata. Kalau nggak pintar atur ritme, liburan bisa berubah jadi survival mode. Berikut panduan menyesuaikan pace jalan kaki di Jepang supaya tetap kuat sampai hari terakhir.


1. Sadari Realitanya: Jalan Kaki di Jepang Itu Jauh

Banyak first timer kaget karena:

Di peta terlihat dekat, tapi kenyataannya langkah kaki yang kerja keras.

👉 Mindset penting: Jalan kaki di Jepang itu bagian utama perjalanan, bukan selingan.


2. Jangan Ikut Pace Orang Lokal

Orang Jepang terbiasa:

  • Jalan cepat

  • Langkah panjang

  • Hampir tidak berhenti

Kalau kamu memaksakan pace mereka:

  • Napas cepat habis

  • Kaki lebih cepat lelah

  • Risiko cedera meningkat

👉 Strategi aman: Jalan di sisi kiri/kanan, jaga ritme sendiri, dan jangan merasa bersalah melambat.


3. Terapkan Teknik “Jalan Konsisten, Bukan Ngebut”

Kesalahan umum:

  • Jalan cepat di awal

  • Capek di tengah hari

  • Tumbang di sore atau malam

Ganti dengan:

  • Langkah stabil

  • Napas teratur

  • Kecepatan sedang tapi tahan lama

👉 Lebih baik sedikit lambat tapi konsisten, daripada cepat tapi KO.


4. Manfaatkan Eskalator & Lift 

Di Jepang:

  • Eskalator dan lift tersedia hampir di semua stasiun

  • Digunakan oleh lansia, ibu hamil, dan wisatawan

Kalau kaki mulai terasa berat:

  • Pilih eskalator

  • Cari lift (ada tanda kursi roda)

👉 Ini bukan manja, tapi strategi bertahan.


5. Sisipkan “Break” Setiap 30–60 Menit

Nggak perlu istirahat lama. Cukup:

  • Berhenti 3–5 menit

  • Duduk sebentar

  • Minum air

Tempat yang cocok:

  • Taman kecil

  • Bangku stasiun

  • Depan konbini

  • Area vending machine

👉 Jepang ramah buat istirahat singkat, asal tidak mengganggu jalan umum.


6. Jangan Remehkan Tangga di Stasiun

Tangga stasiun Jepang sering:

  • Panjang

  • Curam

  • Tanpa pegangan di beberapa titik

Tips:

  • Naik tangga pelan

  • Jangan sambil lari

  • Pegang railing kalau ada

👉 Banyak orang tumbang bukan saat jalan jauh, tapi karena maksa di tangga.


7. Pilih Sepatu yang Sudah “Matang”

Kesalahan fatal:

  • Pakai sepatu baru

  • Pakai sepatu gaya tapi keras

  • Sol tipis tanpa bantalan

Idealnya:

  • Sepatu yang sudah sering dipakai

  • Sol empuk

  • Tidak licin

👉 Di Jepang, sepatu lebih penting dari outfit.


8. Atur Jadwal Jalan Kaki Sesuai Waktu

Pace jalan kaki juga dipengaruhi waktu:

  • Pagi: badan masih segar → cocok jalan agak jauh

  • Siang: panas & capek → pendekkan jarak

  • Malam: energi turun → hindari rute panjang

👉 Tempatkan tujuan terjauh di pagi hari.


9. Dengarkan Sinyal Tubuh

Kalau mulai terasa:

  • Telapak kaki panas

  • Lutut nyeri

  • Pinggang pegal

Itu tanda untuk:

  • Kurangi jarak

  • Duduk

  • Ubah rencana

👉 Di Jepang, mengubah itinerary itu normal, bukan gagal.


Liburan ke Jepang bukan lomba siapa paling cepat atau paling jauh jalan kaki. Kunci bertahan adalah mengatur pace yang sesuai dengan kondisi tubuh sendiri. Dengan langkah stabil, istirahat cukup, dan strategi yang tepat, kamu bisa menikmati Jepang sampai hari terakhir tanpa tumbang di tengah jalan.

Ingat, liburan yang enak itu yang kuat sampai pulang, bukan yang memaksakan diri di hari pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Strategi Atur Waktu Check-in & Check-out Hotel Jepang Biar Liburan Lebih Efisien

28 January 2026 - 17:10 WIB

Universal Studios Japan Siapkan Atraksi Interaktif “Pokémon Experience”, Bakal Dibawa ke Taman Hiburan Universal di Seluruh Dunia

24 January 2026 - 16:10 WIB

Kenapa Banyak Orang Indonesia Sakit Saat Winter di Jepang?

23 January 2026 - 18:30 WIB

USJ Umumkan Kolaborasi Jujutsu Kaisen: Wahana Baru, Menu Spesial, dan Merchandise Eksklusif

16 January 2026 - 16:11 WIB

Perbedaan Risiko Traveling Musim Dingin di Tokyo vs Hokkaido

12 January 2026 - 17:30 WIB

Trending on TRAVEL