Cegah Penyimpangan Seksual, Menteri Pendidikan Jepang Tegaskan Pelarangan Komunikasi Pribadi Guru dan Siswa

Kementerian Pendidikan Jepang akan segera mendorong penegakan aturan yang lebih ketat terhadap penggunaan komunikasi pribadi antara guru dan siswa usai ada beberapa kasus yang telah mencuat tentang pelanggaran seksual yang terjadi di sekolah.

Pihak kementerian menghimbau agar seluruh guru menghindari pelajaran yang bersifat individu kepada para siswa demi menghindari penyimpangan perilaku yang tidak senonoh antara murid dan siswa.

Aturan kementerian ini akan menegaskan tentang pelarangan komunikasi pribadi antara guru dan siswa lewat sosial media.

Langkah ini dilakukan usai beredarnya kabar tenaga pendidik yang melakukan pelanggaran seksual kepada siswa yang berkomunikasi pribadi lewat sosial media.

Selain itu, kementerian juga akan mendorong kepada pihak sekolah untuk menerapkan aturan mereka sendiri jika komunikasi siswa dan guru diperlukan untuk sebatas kegiatan sekolah dan orang tua siswa wajib mengetahuinya.

Aturan kementerian tersebut juga mencakup waktu belajar dimana saat kegiatan mengajar, jendela kelas tidak boleh ditutup demi menghindari pertemuan rahasia antara guru dan murid.

Bagi para pendidik yang melanggar aturan maka siap-siap akan menerima sanksi tegas dengan diberikan catatan hukum guna mencegah kejadian serupa dan pihak sekolah nantinya bisa berwaspada menerima tenaga pendidik baru.

Menurut data kementerian pendidikan, tahun fiskal 2019 mencatat ada sebanyak 273 tenaga pendidik yang menerma teguran atas perilaku pelanggaran seksual dan angka ini adalah yang tertinggi kedua sepanjang sejarah Jepang.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here