China-Taiwan Memanas, Akankah Berdampak Pada Depresiasi Nilai Tukar Yen Jepang?

Saat ini kondisi geopolitik dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Ketagangan antara China yang akhir-akhir ini terus melakukan gelar latihan di perbatasan Taiwan akibat kunjungan ketua DPR AS Nancy Pelosi beberapa waktu lalu membuat China semakin geram.

Pelosi yang melakukan perjalanan ke Jepang dan bertemu dengan PM Fumio Kishida juga membuat China menembakan rudal balistik ke arah Zona Ekonomi Eksklusif Jepang hingga memicu kekhawatiran Jepang.

Sebelum itu saja, nilai tukar yen terhadap mata uang asing terus mengalami penurunan hingga penyusutan nilai yen disebut-sebut sebagai yang terendah dalam 20 tahun terakhir.

Perpecahan perang antara Rusia dan Ukraina juga menjadi salah satu pemicu terhadap inflasi global tak terkecuali Jepang salah satu negara yang mengandalkan pasokan energi dari Rusia.

Akibat hubungan Rusia bentrok dengan menjatuhkan sejumlah sanksi, faktanya kini Jepang mengalami kenaikan harga bahan bakar hingga kenaikan bahan pokok sehari-hari akibat biaya distribusi yang naik.

Tak bisa dipungkiri, China adalah negara mitra dagang terbesar Jepang. Bahkan jika hubungan politik antara China dan Jepang diperparah hingga penjatuhan sanksi sebagaimana yang dilakukan dengan Rusia, maka tak heran jika akan berdampak pada ekonomi hingga rantai pasokan pada barang kebutuhan sehari-hari.

Jepang yang beraliansi dengan kubu negara barat dan memihak kepada Taiwan akan terus membuat China geram bahkan China sendiri terus memberikan ancaman apabila perselisihan dengan Taiwan dicampuri oleh negara barat.

Source : AN, enews