Menu

Dark Mode
Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang Kosakata Jepang untuk Proses Check-out Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi Film Live-Action BLUELOCK Ungkap Pemeran Baru, Tayang di Jepang Agustus 2026 Manga Ladies on Top Diadaptasi Live-Action, Angkat Romansa dengan Peran Gender Terbalik

News

Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China

badge-check


					Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Perbesar

Penjualan merchandise dan cosplay dari anime populer Jepang Detective Conan dilarang di sejumlah acara budaya pop di China setelah memicu gelombang kritik terkait kolaborasinya dengan seri manga My Hero Academia. Kolaborasi tersebut dianggap menyinggung sejarah kelam agresi militer Jepang di masa perang.

Larangan ini diberlakukan di beberapa kota seperti Beijing, Chongqing, dan Lanzhou, menyusul kecaman publik yang menilai kampanye kolaborasi dua karya Jepang itu sebagai tindakan yang “menghina perasaan rakyat China.” Reaksi keras ini berakar dari kontroversi lama yang pernah menimpa My Hero Academia.

Pada tahun 2020, My Hero Academia sempat dihapus dari berbagai platform video di China karena nama salah satu antagonisnya, Maruta Shiga, dinilai merujuk pada Unit 731, unit rahasia Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang melakukan eksperimen manusia untuk penelitian senjata biologis dan kimia di wilayah timur laut China selama Perang Dunia II. Istilah “maruta,” yang berarti batang kayu, diketahui digunakan sebagai kode untuk korban eksperimen manusia, sementara nama Shiga diasosiasikan dengan seorang bakteriolog Jepang terkenal.

Kolaborasi antara Detective Conan dan My Hero Academia sendiri dibuat untuk memperingati 30 tahun anime Detective Conan dan 10 tahun anime My Hero Academia. Sebagai bagian dari proyek tersebut, masing-masing kreator merilis ilustrasi karakter utama dari seri pasangannya.

Namun, sentimen publik di China membuat sejumlah penyelenggara acara mengambil langkah tegas. Panitia sebuah event di Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu, menyatakan bahwa pengunjung yang mengenakan kimono, sandal kayu, atau kostum yang diasosiasikan dengan militerisme akan ditolak masuk. Mereka menyebut My Hero Academia berkaitan dengan “isu sejarah yang melukai perasaan rakyat China.”

Sementara itu, penyelenggara pameran di Beijing menjelaskan bahwa pelarangan cosplay dan penjualan merchandise Detective Conan bertujuan untuk menjaga “suasana acara yang baik dan kondusif.”

Di Chongqing, kebijakan bahkan diperluas dengan melarang cosplay dan penjualan merchandise Pokémon, menyusul kemarahan publik atas rencana penyelenggaraan acara permainan kartu Pokémon di Kuil Yasukuni di Tokyo. Acara tersebut, yang semula dijadwalkan pada 31 Januari, akhirnya dibatalkan.

Kuil Yasukuni sendiri dikenal sebagai tempat pemujaan bagi para pemimpin Jepang yang divonis sebagai penjahat perang setelah Perang Dunia II, serta jutaan korban perang lainnya. Bagi China dan Korea Selatan, negara-negara yang pernah mengalami agresi Jepang, kuil tersebut dipandang sebagai simbol militerisme Jepang di masa lalu.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi

10 February 2026 - 17:10 WIB

BAKI-DOU: The Invincible Samurai Siap Tayang Global di Netflix, Miyamoto Musashi Jadi Sorotan

10 February 2026 - 12:10 WIB

Cat Rambut hingga Sneakers: Perusahaan Jepang Mulai Longgarkan Aturan Penampilan Demi Bertahan di Era Kekurangan Tenaga Kerja

10 February 2026 - 12:10 WIB

Mario Tennis Fever Resmi Diumumkan! Baby Waluigi Debut

10 February 2026 - 11:10 WIB

Valentine di Jepang Kian Sepi? Semakin Banyak Perempuan Pilih Tak Beli Cokelat karena Harga Makin Mahal

10 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News