Menu

Dark Mode
Game Baru Sword Art Online: Echoes of Aincrad Umumkan Jadwal Rilis dan Detail Edisi Manga Kemono Jihen Akan Diadaptasi Jadi Pertunjukan Teater, Angkat Arc Tokyo Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

News

Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China

badge-check


					Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Perbesar

Penjualan merchandise dan cosplay dari anime populer Jepang Detective Conan dilarang di sejumlah acara budaya pop di China setelah memicu gelombang kritik terkait kolaborasinya dengan seri manga My Hero Academia. Kolaborasi tersebut dianggap menyinggung sejarah kelam agresi militer Jepang di masa perang.

Larangan ini diberlakukan di beberapa kota seperti Beijing, Chongqing, dan Lanzhou, menyusul kecaman publik yang menilai kampanye kolaborasi dua karya Jepang itu sebagai tindakan yang “menghina perasaan rakyat China.” Reaksi keras ini berakar dari kontroversi lama yang pernah menimpa My Hero Academia.

Pada tahun 2020, My Hero Academia sempat dihapus dari berbagai platform video di China karena nama salah satu antagonisnya, Maruta Shiga, dinilai merujuk pada Unit 731, unit rahasia Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang melakukan eksperimen manusia untuk penelitian senjata biologis dan kimia di wilayah timur laut China selama Perang Dunia II. Istilah “maruta,” yang berarti batang kayu, diketahui digunakan sebagai kode untuk korban eksperimen manusia, sementara nama Shiga diasosiasikan dengan seorang bakteriolog Jepang terkenal.

Kolaborasi antara Detective Conan dan My Hero Academia sendiri dibuat untuk memperingati 30 tahun anime Detective Conan dan 10 tahun anime My Hero Academia. Sebagai bagian dari proyek tersebut, masing-masing kreator merilis ilustrasi karakter utama dari seri pasangannya.

Namun, sentimen publik di China membuat sejumlah penyelenggara acara mengambil langkah tegas. Panitia sebuah event di Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu, menyatakan bahwa pengunjung yang mengenakan kimono, sandal kayu, atau kostum yang diasosiasikan dengan militerisme akan ditolak masuk. Mereka menyebut My Hero Academia berkaitan dengan “isu sejarah yang melukai perasaan rakyat China.”

Sementara itu, penyelenggara pameran di Beijing menjelaskan bahwa pelarangan cosplay dan penjualan merchandise Detective Conan bertujuan untuk menjaga “suasana acara yang baik dan kondusif.”

Di Chongqing, kebijakan bahkan diperluas dengan melarang cosplay dan penjualan merchandise Pokémon, menyusul kemarahan publik atas rencana penyelenggaraan acara permainan kartu Pokémon di Kuil Yasukuni di Tokyo. Acara tersebut, yang semula dijadwalkan pada 31 Januari, akhirnya dibatalkan.

Kuil Yasukuni sendiri dikenal sebagai tempat pemujaan bagi para pemimpin Jepang yang divonis sebagai penjahat perang setelah Perang Dunia II, serta jutaan korban perang lainnya. Bagi China dan Korea Selatan, negara-negara yang pernah mengalami agresi Jepang, kuil tersebut dipandang sebagai simbol militerisme Jepang di masa lalu.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game Baru Sword Art Online: Echoes of Aincrad Umumkan Jadwal Rilis dan Detail Edisi

3 April 2026 - 18:10 WIB

Manga Kemono Jihen Akan Diadaptasi Jadi Pertunjukan Teater, Angkat Arc Tokyo

3 April 2026 - 17:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

3 April 2026 - 12:10 WIB

Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa

3 April 2026 - 10:10 WIB

Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM

3 April 2026 - 07:10 WIB

Trending on News