Dampak Pandemi, Aplikasi Kencan Online di Jepang Laris, Namun Mengapa Angka Kelahiran Menurun?

Pandemi virus corona kini membuat banyak orang harus mengubah cara beraktivitas sehari-hari. Mulai dari meeting online, pelajaran online, tidak diperbolehkannya kerumunan dan lain sebagainya.

Saat ini sendiri pandemi masih belum usai. Banyak orang dilarang untuk bertemu dan berkontak fisik demi mengurangi resiko penyebaran virus.

Dari pengakuan salah satu bisnis layanan kencan online di Jepang bernama LMO Corp, layanan tersebut diserbu banyak pengguna untuk mengkuti sebuah pertemuan pesta lajang secara online atau yang biasa disebut di Jepang “Gokon”.

Para pengguna seperti sedang minum bersama dengan 1 grup yang biasa dilakukan di cafe hanya saja kini dilakukan secara daring.

Aktivitas tersebut biasa dilakukan tengah malam dan berakhir hingga pagi.

CEO perusahaan tersebut Takada Kota mengatakan acara pesta lajang online tersebut biasa diadakan 3 kali seminggu yakni pada hari Rabu , Jumat dan Sabtu dan pesta tersebut berjalan seharusnya hanya 2 jam saja. Namun para pengguna merasa bahwa 2 jam tidak cukup untuk mengenal pasangan lebih dalam..

Jika dalam pesta lajang tersebut pengguna merasa cocok dengan seseorang maka ia bisa mengajukan dalam aplikasi untuk mengobrol 4 mata secara daring di sebuah room khusus dan jika memang semakin cocok maka bisa bertukar kontak hingga bertemu langsung.

Dilansir dari Mainichi Shimbun, seorang bernama Kimi Takeuchi yang juga sering turut dalam even kencan online tersebut mengatakan bahwa tidak semudah itu mendapatkan pasangan secara online. Ketika perkenalan kita harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan calon pasangan.

Menurut salah satu staf aplikasi kencan tersebut mengatakan bahwa aplikasi ini menjadi sangat laku karena banyak orang yang kesepian karena harus terus di rumah selama pandemi.

Source : mainichi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here