Data Bulan Agustus 2020 Menunjukan Jepang Alami Kenaikan Jumlah Bunuh Diri yang Signifikan

Tahun 2020 bisa dikatakan tahun yang sangat berat bagi banyak pekerja yang harus kehilangan pekerjaan dan para pebisnis yang harus merugi akibat pandemi.

Menurunnya pendapatan yang tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menutupi biaya kebutuhan ditengah pandemi seperti ini memicu stres pada seseorang bahkan di Jepang bisa melakukan bunuh diri akibat tekanan yang menimpanya.

Menurut data Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan bahwa pada bulan Agustus tahun ini, angka kematian yang disebabkan oleh bunuh diri meningkat 15,3% dari tahun sebelumnya.

Angka tercatat ada sebanyak 1849 orang yang melakukan bunuh diri di Jepang dan mayoritas datang dari kalangan wanita.

Tokyo menjadi kota dengan penyumbang jumlah kasus bunuh diri paling banyak dari prefektur di Jepang lainnya.

Menteri Kesehatan Jepang mengatakan bahwa masalah ini merupakan masalah yang cukup serius di Jepang mengingat angka kelahiran di Jepang yang semakin kian menurun dari tahun ke tahun.

Meningkatnya jumlah bunuh diri ini akan berdampak pada populasi Jepang yang terus menurun dan juga menurunkan minat pada tenaga kerja asing yang akan bekerja di Jepang.

Apalagi, data tahun lalu menunjukan bahwa angka bunuh diri di Jepang sempat turun dan cukup berhasil diatasi.

Pemerintah mengatakan bahwa layanan sosial konsultasi demi menudukung seseorang yang mengalami depresi akibat tekanan yang menimpa telah dibuat namun tidak menunjukan hasil yang baik.

Source : NHK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here