Demi Pengurangan Emisi Global, Jepang Pertimbangkan Stop Ekspor Mobil Berbahan Bakar Bensin di Tahun 2030

SHIMONOSEKI, JAPAN - APRIL 17: (CHINA OUT, SOUTH KOREA OUT) Used cars wait to be loaded onto the large car carrier 'Hoegh Trident' at an artificial island of Choshu Dejima, on April 17, 2014 in Shimonoseki, Yamaguchi, Japan. The 700 of 2,500 used cars are exported to 14 countries of South East Africa. (Photo by The Asahi Shimbun via Getty Images)

Demi mewujudkan visi pemerintah Jepang yang ingin mengurangi emisi hingga 80% di tahun 2050, pemerintah Jepang kini tengah pertimbangkan untuk membuat kebijakan dengan para produsen mobil asal Jepang untuk tidak mengekspor produk mobil ke luar negeri berbahan bakar bensin di tahun 2030an.

Hal ini demi mengurangi kebiasaan manusia yang biasa menggunakan mobil berbahan bakar bensin untuk segera beralih ke tenaga baterai yang lebih ramah lingkungan.

Penjualan mobil baru termasuk beremisi rendah dan mobil hibrid di Jepang telah berhasil mencapai 40% pada 2019.

Pemerintah berharap dapat mengajak seluruh masyarakat yang dimulai dari domestik untuk beralih ke mobil yang memiliki energi lebih ramah lingkungan demi mengegah pemanasan global yang kian mengkahawatirkan.

Saat ini, selain tengah mempertimbangkan untuk mengurangi penjualan mobil bensin, pemerintah juga terus mendorong dan akan membuat kebijakan segala sektor industri pabrik yang dapat mencemari lingkungan untuk segera beralih ke operasional yang lebih ramah lingkungan.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here