Dikritik Cendekiawan Inggris, Larangan Pembatasan Masuk Pemerintah Bisa Menghalangi Minat ke Jepang

Mahasiswa jurusan bahasa Jepang di Inggris kini ditengah kekhawatiran tentang masa depan pendidikan mereka usai pemerintah Jepang yang dalam jangka waktu panjang memberlakukan pembatasan yang ketat kedatangan dari luar negeri.

Dilansir dari Kyodonews, para cendekiawan khawatir hal ini dapat memicu penurunan minat banyak orang untuk belajar pendidikan Jepang dan datang ke Jepang.

Hal ini pun berdampak pada kelangsungan hidup studi ke Jepang akan jauh lebih kecil.

Saat ini saja, beberapa jam pelajaran yang digelar online dengan pengajar dari Jepang dikurangi karena perbedaan waktu dari 2 negara.

Beberapa dari mereka pun terpaksa harus menunda studi mereka sampai Jepang kembali menerima kedatangan dari luar negeri khususnya untuk keperluan pelajar baru.

Aturan saat ini, pemerintah Jepang terus memberlakukan hingga akhir Februari  nanti dan menurut kedutaan besar Jepang di London mengatakan bahwa langkah pembatasan masuk yang diperlukan akan diambil dari perspektif masalah kemanusiaan sesuai dengan kepentingan nasional Jepang.

Kepala program studi jurusan Bahasa Jepang di Inggris sendiri telah mengirimkan surat terbuka ke kedutaan besar Jepang terkait dengan pembatasan masuk tersebut.

“Jika situasi ini berlanjut di tahun 2022, kita kemungkinan akan melihat tekanan pada program sehinga membuat prang terhalang untuk mengambil gelar MA atau Ph.D yang berkaitan dengan studi Jepang. Saya berani mengatakan bahwa ada beberapa akademisi yang harus memikirkan prospek mereka mengingat betapa sultnya pergi ke Jepang saat ini untuk penelitian” ucap Hood kepala program studi Christopher Hood.

Source : KN